oleh

Serapan Anggaran Covid-19 di DLH Sumenep belum Capai 50 Persen

KABARMADURA.ID, Sumenep – Serapan belanja untuk penanganan Covid-19 melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep sangat minim. Hingga saat ini serapan dari pagu anggaran yang disiapkan belum mencapai 50 persen. Hal ini diungkapkan Plt Kepala DLH Sumenep Ernawan Utomo, Senin (05/10/2020).

Menurutnya, anggaran tersebut pada dasarnya akan dimaksimalkan untuk membantu masyarakat. Namun kondisi di lapangan berbeda, sehingga sulit menghabiskan anggaran yang disiapkan melalui pihaknya.

“Masih tetap seperti kemarin, tidak jauh berbeda, ada sisa yang belum terealisasi, tapi kami agendakan untuk pembelian masker yang akan didistribusikan ke pasar-pasar nanti menjelang masa pemulihan dari Covid-19,” ujarnya.

Sementara untuk pagu anggaran yang disediakan melalui DLH Sumenep sebesar Rp679.700.000. realisasinya  sebesar Rp299.626.000. Sehingga dari besaran serapan tersebut masih banyak anggaran mengendap.

Utomo merincikan serapan anggaran tersebut mulai dari pengadaan masker kain, sarung tangan kain, dan pakaian safety. Menurutnya, tidak terserapnya secara maksimal dikarenakan bantuan tersebut disesuaikan dengan kapasitas atau kebutuhan masyarakat.

Selain itu, dibelanjakan untuk keperluan sarana khusus tenaga yang dipekerjakan. Hanya memang ditugaskan bekerja di lapangan, misalnya seperti sepatu boot karet, alat semprot desinfektan, bahan desinfektan, tempat sampah dorong, upah petugas pengangkut sampah, dan bilik desinfektan.

“Maka untuk sisa waktu ini, maka masih bisa menyusun kembali rencana untuk belanja. Apalagi sekarang masih awal triwulan ketiga, maka kami akan memaksimalkan adanya anggaran tersebut,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap keberadaan lingkungan Kota Keris ini tetap sinergitas dengan seluruh pihak dan mampu berkontribusi dalam melakukan aktivitas yang meningkatkan kesadaran dalam memelihara lingkungan.

Sementara itu, Ahmadi salah satu warga mengaku masih berharap adanya bantuan dari pemerintah, misalnya seperti masker yang memang menjadi perhatian khusus saat beraktivitas di tengah mewabahnya Covid-19.

“Jangan hanya disiapkan sanksi saja, tapi dibantu fasilitas, misalnya masker. Karena jika tidak memakainya bisa ditilang dan diawasi secara ketat,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed