Serapan Anggaran Penanganan PMK Bangkalan Rendah


Serapan Anggaran Penanganan PMK Bangkalan Rendah
(KM/HELMI YAHYA) MINIM: Dana penanganan PMK di Bangkalan belum terealisasi secara maksimal. 

    KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Serapan anggaran penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) kurang maksimal. Dari total dana Rp1,4 miliar hanya terserap Rp353 juta untuk pengadaan obat-obatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Ali Makki, Minggu (18/9/2022).

    Menurutnya, sisa dana sekitar Rp947 juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) akan dikembalikan ke kas daerah (kasda). Sedangkan dana ratusan juta itu, hanya untuk pengadaan 10 ribu dosis untuk penanganan PMK. Bahkan kebutuhan obat sudah lama dan sudah menghabiskan 7 ribu dosis dengan sistem pinjam. 

      Setelah obat-obatan tersedia, pinjaman langsung dikembalikan. Sebab secara umum, anggaran penanganan PMK sudah diserap sejak awal Agustus 2022 kemarin. Sehingga saat ini, masih tersisa 3 ribu dosis obat hewan ternak. Kemungkinan besar, hingga akhir tahun ketersediaan obat PMK cukup. 

    “Apalagi nanti akan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim),” ujarnya kepada Kabar Madura. 

    Selain pengadaan obat-obatan, anggaran penanganan PMK juga dimanfaatkan untuk kebutuhan upah tambahan para satuan tugas (satgas) PMK dan anggaran program. Baik sosialisasi maupun informasi. Namun untuk jumlah detailnya, belum bisa diketahui pasti alokasinya. 

    “Tapi kami tidak tahu pasti, karena kebutuhannya tidak semua di bidang keswan, tapi intinya sisa penggunaan anggaran ini akan kami kembalikan,” ucapnya. 

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi DPRD Bangkalan Fatkurrahman memaparkan, penanganan PMK sebelumnya sempat mendesak dan membutuhkan anggaran besar. Namun saat ini, justru penggunaan atau serapan anggaran tidak maksimal. Padahal, ketika wabah PMK marak, instansi yang membidangi hewan ternak kekurangan anggaran. 

    “Meski kasus PMK sudah landai, seharusnya tidak menjadi acuan instansi terkait untuk mengurangi pengawasan dan penanganan pada sapi lain yang masih belum memperoleh vaksinasi. Maksimalkan dulu, kalau memang sudah maksimal tetap ada sisam silahkan kembalikan,” sarannya. 

    Anggaran Penanganan PMK dan Realisasinya

    • Total dana
      • Rp1,4 miliar
    • Dana pengadaan
      • 600 juta
    • Realisasi 
      • Rp353 juta
    • Pemanfaatan
      • Pengadaan 10 ribu obat PMK
    • Sisa 
      • Rp247 juta
    • Dana untuk satgas 
      • Rp100 juta
    • Sisa keseluruhan
      • Rp947 juta

    Reporter: Helmi Yahya

    Redaktur: Totok Iswanto