Serapan Anggaran Penanganan PMK Bangkalan Rendah

Uncategorized25 Dilihat

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Serapan anggaran penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) kurang maksimal. Dari total dana Rp1,4 miliar hanya terserap Rp353 juta untuk pengadaan obat-obatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Ali Makki, Minggu (18/9/2022).

 

Menurutnya, sisa dana sekitar Rp947 juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) akan dikembalikan ke kas daerah (kasda). Sedangkan dana ratusan juta itu, hanya untuk pengadaan 10 ribu dosis untuk penanganan PMK. Bahkan kebutuhan obat sudah lama dan sudah menghabiskan 7 ribu dosis dengan sistem pinjam.

 

Setelah obat-obatan tersedia, pinjaman langsung dikembalikan. Sebab secara umum, anggaran penanganan PMK sudah diserap sejak awal Agustus 2022 kemarin. Sehingga saat ini, masih tersisa 3 ribu dosis obat hewan ternak. Kemungkinan besar, hingga akhir tahun ketersediaan obat PMK cukup.

 

“Apalagi nanti akan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim),” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga :  Mengenal Mohammad Taufan, Guru SMAN 1 Torjun, Satu-satunya Asesor Guru Penggerak dari Madura

 

Selain pengadaan obat-obatan, anggaran penanganan PMK juga dimanfaatkan untuk kebutuhan upah tambahan para satuan tugas (satgas) PMK dan anggaran program. Baik sosialisasi maupun informasi. Namun untuk jumlah detailnya, belum bisa diketahui pasti alokasinya.

 

“Tapi kami tidak tahu pasti, karena kebutuhannya tidak semua di bidang keswan, tapi intinya sisa penggunaan anggaran ini akan kami kembalikan,” ucapnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi DPRD Bangkalan Fatkurrahman memaparkan, penanganan PMK sebelumnya sempat mendesak dan membutuhkan anggaran besar. Namun saat ini, justru penggunaan atau serapan anggaran tidak maksimal. Padahal, ketika wabah PMK marak, instansi yang membidangi hewan ternak kekurangan anggaran.

 

“Meski kasus PMK sudah landai, seharusnya tidak menjadi acuan instansi terkait untuk mengurangi pengawasan dan penanganan pada sapi lain yang masih belum memperoleh vaksinasi. Maksimalkan dulu, kalau memang sudah maksimal tetap ada sisam silahkan kembalikan,” sarannya.

Baca Juga :  Kekerasan Anak dan Perempuan di Sampang Tembus 36 Kasus

 

Anggaran Penanganan PMK dan Realisasinya

 

Total dana

Rp1,4 miliar

Dana pengadaan

600 juta

Realisasi

Rp353 juta

Pemanfaatan

Pengadaan 10 ribu obat PMK

Sisa

Rp247 juta

Dana untuk satgas

Rp100 juta

Sisa keseluruhan

Rp947 juta

Reporter: Helmi Yahya

 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *