oleh

Serapan Belanja Kabupaten Pamekasan Baru Sentuh 48 Persen

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melakukan lima kali perubahan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020. Hal itu disebabkan adanya refocusing untuk penanganan Covid-19. Refocusing itu dinilai menjadi penyebab rendahnya serapan belanja daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono mengatakan, refocusing dilakukan untuk memenuhi pendanaan penanganan Covid-19. Sedikitnya ada lima kali perubahan anggaran yang harus dilakukan oleh Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Pamekasan selama 2020.

Dijelaskannya, untuk serapan belanja yang masih berada di angka 48 persen, pihaknya mengaku disebabkan adanya refocusing penanganan Covid-19. Akibatnya, perencanaan pembangunan serta belanja daerah terhambat wabah Covid-19.

“Covid-19 memang menghambat beberapa kegiatan yang sudah matang direncanakan dari awal,” ungkapnya. Minggu (11/10/2020).

Totok berkomitmen untuk sisa tahun anggaran 2020 ini, segala program yang bisa dikerjakan dengan cepat, dan tepat, supaya bisa dilakukan dengan baik.

“Terutama sekarang di PAK perencanaan harus tuntas, begitu penetapan harus digelar, utamanya yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Rida’i menyatakan, percepatan pembangunan di sisa anggaran harus bisa terlaksana dengan baik, utamanya yang menyangkut kebutuhan dasar dari masyarakat, semisal pembangunan jalan yang rusak.

“Kami akan terus mendorong percepatan realisasi anggaran, asalkan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas,” tukasnya. (rul/pin)

 

Serapan APBD per Agustus 2020

Pendapatan Daerah: 69,89%

Pendapatan Asli Daerah: 97,54%

Dana Perimbangan: 69,93%

Lain-Lain dan Pendapatan Daerah yang Sah: 58,96%

Belanja Daerah: 48,90%

Belanja Tidak Langsung: 55,43%

Belanja Langsung: 40,43%

 

Komentar

News Feed