oleh

Serapan Bulog Gagal Capai Target di Tahun Lalu

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) hanya mampu menyerap gabah petani sekitar 24.500 ton sedangkan target serapan adalah 25.000 ton. Dengan demikian, Bulog gagal serap gabah petani sesuai target.

Kepala Perum Bulog Subdivre XII Madura Syafarudin Arief menyampaikan, target serapan gabah itu sudah dilakukan secara matang. Namun, daya serap yang rendah disebabkan oleh perbedaan preferensi masyarakat. Kemudian daya serap operasi pasar rendah yakni pedagang ritel menginginkan keuntungan besar.

Ke depan, kata Arief, pihaknya akan semakin mendekatkan diri kepada pasar dalam hal ini petani guna meningkatkan jumlah serapan gabah Bulog sehingga mencapai target di tahun selanjutnya.

“Kami tidak mampu mencapai target karena pengiriman sebatas itu,” katanya, Rabu (3/4).

Dijelaskan, harga gabah kering giling mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres)No. 5/2015 yakni, Rp5.115 . Sementara terkait anggaran tergantung kebutuhan.

“Saya tidak bisa menyebutkan berapa anggaran itu,” paparnya.

Harga gabah juga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan gagah sementara permintaan pasar sedikit. Kadar kandungan air yang kurang maksimal yakni 26 hingga 30 persen, membuat harga gabah di tingkat petani juga mengalami penurunan.

“Kandungan air pada gabah tinggi yang mencapai 26-30% membuat kualitas gabah rendah dan harganya jatuh,” bebernya.

Pihaknya berharap, harga gabah selalu meningkat sehingga para petani gabah tidak merugi serta target serapan pada tahun selanjutnya tercapai sesuai yang diinginkan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur menyampaikan, harga gabah pada tahun selanjutnya harus bisa memenuhi target keberadaan Bulog sendiri selain menyediakan stok pangan nasional juga adalah untuk menolong petani manakala harga jual petani rendah.

Perum Bulog diharapkan mampu menjadi stabilisator harga untuk komoditas selain beras dalam upaya memberi jaminan kepada petani serta mengendalikan tingkat inflasi daerah khususnya di Jawa Timur.

“Mari bersama-sama memperjuangkan rakyat petani hususnya petani gabah,” imbaunya.

Jika nantinya Bulog bisa menjadi stabilisator harga untuk komoditas selain beras, lanjut Sahur, petani bisa mendapatkan jaminan pembelian pada saat suatu komoditas tertentu mengalami penurunan harga yang drastis.

“Kunci utama dalam melakukan hal tersebut adalah ketersediaan stok yang mencukupi,” pungkasnya. (km45/pai)

Komentar

News Feed