Serapan Dana Refocusing di Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM OPTIMAL:  Serapan dana refocusing untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan masih jauh dari total anggaran yang tersedia.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Serapan dana refocusing penanganan Covid-19 di Bangkalan masih minim. Faktanya, dana yang disiapkan sebesar Rp78 miliar masih terserap sekitar Rp16 miliar  atau hanya 20 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdul Aziz, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, akibat serapan masih rendah pemkab mendapatkan evaluasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Salah satu indikasi minimnya serapan dana hasil potongan 8 persen dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut, yakni lantaran OPD yang ditunjuk sebagai pelaksana masih sibuk dengan pelaksanaanya.

Bacaan Lainnya

“Iya, memang serapannya masih minim, karena masih proses pelaksanaan,” ujarnya.

Azis menjelaskan, pada dasarnya realisasi pelaksanaan anggaran tersebut lebih dari 20 persen. Tetapi, OPD terkait belum mengurus berkas pencairan. Sehingga, dana masih tertahan di instanisnya. Bahkan diakui, sering mendapatkan evaluasi ketika melaksanakan rapat melalui video conference dengan Kemenkeu RI.

“Kalau pelaksanaannya, saya kira sudah banyak. Tapi pencairannya yang belum. Seharusnya penyerapan dana memang segera diserap. Karena, jika ada kekurangan bisa dicairkan lagi kekurangannya. Kami juga sudah dapat evaluasi, karena dana ini harus segera diserap,” jelasnya.

Azis juga mengaku, sudah melakukan peringatan kepada OPD terkait. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) agar pengurusan penyerapan ana tersebut bisa segera diurus. “Kami sudah mengingatkan, agar mereka segera mengurusnya. Sehingga, pelaksanaan dari dana refocusing tidak terkesan penyerapannya rendah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengaku, jarang dilibatkan dalam pembahasan akses dana refocusing. Sehingga, tidak begitu banyak mengetahui mengenai jumlah serapannya. “Kami jarang dilibatkan, jadi tidak bisa berkomentar banyak,” responnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *