oleh

Serapan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Sumenep belum Maksimal

KABARMADURA.ID, Sumenep – Realisasi program bantuan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep belum berjalan optimal. Faktanya, hingga saat ini realisasi program tersebut baru mencapai 50 persen dari jumlah yang ditetapkan melalui anggaran tahun 2020. Hal ini diakui, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahutbun) Sumenep, Arif Firmanto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyuluh, A. Farid, Minggu (27/09/2020).

Menurutnya, salah satu penyebab tidak terserapnya secara utuh lantaran disesuaikan dengan kebutuhan petani. “Tahun ini masih ada kesempatan bercocok tanam maka kami akan memaksimalkan di situ nanti, dan jika tidak tetap akan disalurkan tahun ini, sehingga petani bisa menyimpannya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, yang menjadi sebab lambatnya proses pencarian pupuk bersubsidi yakni masa transisi ke program kartu tani. Sosialisasi tersebut  kurang maksimal. Bahkan, jumlah petani yang sudah mengantongi kartu tani sebanyak 99.164 orang. Sedangkan sebanyak 15.092 orang masih proses administrasi di perbankan.

“Mereka tergabung dalam 3.892 poktan dengan jumlah total 121.669 petani. Itu akan dimaksimalkan dengan kartu tani, dengan harapan  pupuk bersubsidi tadi sesuai dengan sasaran atau target yang akan dituju,” imbuhnya.

Menurutnya, distribusi pupuk bersubsidi diserahkan kepada distributor yang dibentuk oleh perusahaan pupuk. Untuk selanjutnya, distributor bertugas atau mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan terkait jumlah yang telah didistribusikan kepada petani. Sedangkan jumlah pupuk bersubsidi yang diberikan kepada masyarakat tahun 2020 sebanyak 13 ribu ton.

“Hampir merata rencana pembagiannya kepada seluruh kelompok tani (poktan) yang jumlahnya kurang lebih 4 ribu poktan. Petani bisa menjadi penentu pendistribusian tersebut, karena petani bisa langsung mengambil ke kios yang sudah terbentuk. Mungkin karena petani masih belum membutuhkan pupuk, tetapi kalau pengawasan tetap dipantau oleh kami,” ucapnya.

Tahun sebelumnya pihaknya telah mengajukan bantuan pupuk sebanyak 6 jenis pupuk, mulai dari urea 52.041 ton, SP 36 22.376 ton, ZA 22.635 ton, NPK 30.300 ton, dan yang terakhir pupuk organik 30.028 ton. Secara detail, bantuan pupuk yang sudah didistribusikan di antaranya urea dengan jumlah 2.095 ton, SP 3.845 ton, ZA 5.229 ton, pupuk jenis phonska 5.559 ton, dan yang terakhir adalah organik sebanyak 2.435 ton.

“Sedangkan besaran subsidi untuk penyaluran bantuan tersebut sama seperti sebelumnya, yaitu sekitar 75 persen dari harga normalnya, atau setiap poktan mengantongi diskon 75 persen. Kalau harga pupuk itu misalnya 1 kg seharga Rp5.000 maka petani dapat subsidi atau cukup membayar Rp1.600 saja,” paparnya.

Sementara itu anggota Komisi ll DPRD Sumenep Juhari menekan agar perhatian kepada masyarakat khususnya petani agar lebih dimaksimalkan. Sehingga sektor pertanian ada perubahan dan tidak hanya berjalan di tempat. “Maksimal sosialisasi kepada masyarakat, kepada petani, termasuk distribusi pupuk petani harus cerdas menggunakannya,” tegasnya. (ara/ito)

 

 

Komentar

News Feed