Serapan Tembakau di Pamekasan Diklaim Melebihi 100 Persen dari Target

Uncategorized5 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pembelian tembakau dari petani di Pamekasan sudah banyak yang diakhiri oleh pabrikan. Sejauh ini, serapannya sudah mencapai 13.837 ton. Kendati begitu, masih ada satu pabrikan yang melakukan pembelian. Pabrikan tersebut belum mencapai target serapan.

 

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Imam Hidajad, target serapan dari seluruh pabrikan dan pembelian pribadi di Pamekasan adalah 11.200 ton. Tetapi capaian pembelian sampai saat ini sudah berada di angka 13.837 ton atau 321.309 bal.

 

“Dari data bisa dilihat, kalau rencana pembelian 11.200 ton, tapi realisasinya 13.837 ton,” papar Imam, Senin (7/11/2022).

 

Sebelumnya, produksi tembakau petani Pamekasan pada tahun 2022 ini juga diprediksi sebanyak 13.000 ton. Sehingga menurut Imam, hasil panen tembakau petani sudah terserap .secara keseluruhan.

 

Sementara itu, dari tujuh pabrikan yang menyerap tembakau dari Pamekasan, terdapat satu pabrikan yang belum menginformasikan penutupan gudang. Pabrikan tersebut adalah PT Alliance One Indonesia (AOI). Sebab, dari target pembelian 600 ton, baru dicapai 573 ton.

Baca Juga :  Meskipun Butuh Keterwakilan 30 Persen Perempuan di Panwascam, Nilai Rendah Tetap Tidak Lulus!

 

Sedangkan pabrikan yang tercatat paling banyak membeli adalah PT Djarum. Dari target pembelian 5.000 ton, serapannya berada di angka 5.127 ton, artinya serapannya lebih dari 100 persen.

 

Imam mengeklaim bahwa tidak terdeteksi ada proses transaksi pembelian tembakau yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Pamekasan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengusahaan Tembakau.

 

“Kami masih belum menemukan terkait pelanggaran perda, secara umum serapan pabrikan sudah melebihi pembelian yang ditargetkan,” ujar dia mengenai nihilnya laporan pelanggaran yang didapatkan.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Harun Suyitno melihat, harga tembakau pada tahun 2022 sangat stabil dan bisa diasumsikan tidak merugikan petani, sehingga hal itu perlu dipertahankan.

 

“Yang perlu diperbaiki adalah manajemennya, mulai dari sebelum bercocok tanam harus mensosialisasikan secara masif terkait kebutuhan tembakau dan komunikasi intensif dengan pabrikan perlu ditinjau kembali,” tutur politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Raih Penghargaan Pemkab Terinovatif se-Jatim

 

PERNIAGAAN TEMBAKAU MUSIM 2022

 

Prediksi awal produksi tembakau Pamekasan: 13.000 ton

Serapan pabrikan di akhir musim: 13.837 ton

Target serapan pabrikan dan pembelian pribadi: 11.200 ton

Capaian serapan 13.837 ton atau 321.309 bal (per Oktober 2022)

Serapan paling banyak: PT Djarum, dari target 5.000 ton, membeli 5.127 ton

Satu pabrikan belum laporkan penutupan serapan, PT Alliance One Indonesia (AOI)

Target pembelian PT AOI sebesar 600 ton, serapan baru dicapai 573 ton

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *