oleh

Serba Mendadak, Disdik Pamekasan Maklumi Bongkar Pasang Sistem KBM

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan tetap menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan luring, namun diperkirakan mayoritas dilakukan secara luring.

Menurut Kepala Disdik Pamekasan Akhmad Zaini, penyelenggaraan pendidikan pada masa Covid-19 belum sepenuhnya siap. Salah satu penyebabnya adalah mepetnya persiapan dan pertimbangan kebijakanyang harus dilakukan secara singkat. Sebab, tidak ada prediksi sebelumnya mengenai datangnya wabahCovid-19 ini.

“Bukan hanya guru yang tidak siap, murid tidak siap, orang tua murid tidak siap. Kalau pemerintah bilang tidak, ya tidak siap dong, bukan hanya di daerah, pusat juga sama, karena ini masa darurat,”ungkapnya, Selasa (27/7/2020).

Terlebih, belum pernah ada pengalaman menerapkan KBM secara daring sebelum wabahCovid-19. Akibatnya, kebijakan yang diterapkan selalu berubah dan diperbaiki, untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Jadi ini program yang harus terus berbenah, bongkar pasang gitu,”jelasnya.

Sejauh ini, tidak ada program atau metode khusus yang diterapkan dalam KBM daring dan luring,sebab anggarannya melekat pada setiap sekolah masing-masing.Sehingga sekolah juga dibebani memanggul tanggung jawabuntuk membuatterobosannya sendiri.

“Tapi untuk sistem pembelajarannya kami siapkan, yakni secara daring dan luring, lebih banyak luring, bisa 75 persen, karena itu dianggap lebih efektif,”jabarnya.

Mengenai keharusan sekolah menerapkan KBM daring dan luring sekolah, juga mulai gencar disampaikan kepada masyarakat. Terlebih, belakangan ini muncul beragam pemahaman mengenai tidak diperkenankannya KBM secara tatap muka, salah satunya ada anggapan bahwa siswa dilarang belajar di sekolah.

Disdik Pamekasan rutin berkoordinasi dengan Kemenag Pamekasan, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jatim untuk sama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai proses KBM secara daring.

“Kami sudah bertemu, mereka sepakat patuh kepada SKB 4 menteri, bahwa sekolah dan madrasah tidak boleh masuk pada zona merah, kuning dan orange,”tukasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Rida’i menilai, proses KMB secara daring kurang efektif, sebab kondisi penunjangnya tidak sepenuhnya mendukung. Dia juga akan terus mendorong agar terus ada perbenahan sistem pendidikan

“Perlu ada terobosan yang disosialisasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan pendidikan kita,” ujarnya.(rul/waw)

Komentar

News Feed