oleh

Sering Kehilangan Motor, Dewan Sampang Rekom Bentuk Tim Investigasi

KABARMADURA.ID, Sampang -Keamanan parkir motor di Pasar Srimangunan Sampang dinilai tidak ketat. Sebab, pada Minggu (18/10) motor seorang sales operator seluler hilang dicuri maling, padahal bukti bayar karcis masuk pasar tetap ada.

Sales operator seluler Ismawati menyampaikan, dirinya masuk ke pasar srimangunan sekitar jam 08.00 dan kembali ke lokasi parkir sekitar jam 11.30. Namun, tiba di lokasi parkir, sepeda motornya dengan nomor polisi M 2306 RR sudah tidak ada.

“Yang hilang bukan hanya motor, tetapi banyak, dan sebelumnya saya tidak ada kekhawatiran sama sekali, karena sudah biasa ke pasar ini,” ungkapnya, Senin (19/10/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mengatakan, bahwa peristiwa kehilangan di Pasar Srimangunan Sampang tidak hanya terjadi kali ini saja, tetapi sudah sering kali terjadi.

Bahkan Alan menegaskan, jika saudara dari salah satu anggota DPRD Sampang pernah kecopetan di Pasar Srimangunan itu, dan semua ini karena penjagaannya yang tidak diperketat. Sehingga, ia menyayangkan terhadap keseriusan dinas terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang hendak ke pasar.

Padahal, baru sepekan Anggota Komisi II DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) atas keluhan pedagang lantaran barang dagangannya sering hilang.

“Dengan terulangnya kembali peristiwa kehilangan di Pasar Srimangunan ini kami komisi II sangat menyayangkan. Sebab, tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Sehingga dengan ini, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali terhadap dinas terkait beserta pengelola pasar tersebut. Bahkan untuk lebih memperketat penjagaannya akan mengusulkan untuk membentuk tim investigasi yang meliputi pihak kepolisian.

“Kami akan panggil dinas perdagangan dan pengelola pasar, dan jika perlu nanti kami akan mengusulkan untuk bentuk tim investigasi,” imbuhnya.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagprin Sampang, Abd. Hannan menuturkan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polres Sampang untuk ditindaklanjuti. Hilangnya motor tersebut terekam closed circuit television (CCTV). Selain itu, untuk penjagaan pihaknya mengaku sudah diperketat, tetapi satpam pada saat itu terkecoh pada modusnya pelaku.

“Honor masing-masing satpam kurang lebih Rp1,750 setiap bulan, dan untuk jumlah keseluruhan datanya ada di kantor mas,” singkatnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed