oleh

Sering Terjadi Pencurian Barang Pengunjung, Keamanan RSMN Pamekasan Dikeluhkan Warga

Kabarmadura.id/Pamekasan–Tidak lagi dirasa nyaman dan aman, H warga asal Panglegur yang sedang menjenguk keluarganya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan. mengaku kehilangan uang dan satu buah ponsel.

Kepada Kabar Madura, H menceritakan, peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, dirinya beserta anakanya tertidur pulas di salah satu ruangan tempat keluarganya dirawat.

Di ruang inap itu, ponsel bersama dompet miliknya berada di ruangan tersebut. Anehnya, pelaku hanya mengambil handphone dan uang yang berada di dalam dompet, sementara dompetnya dibiarkan.

H mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Sebab menurutnya di ruangan itu tidak terdapat kamera CCTV, sehingga dia kebingungan mencari jejak pelaku.

“Saat kami bangun tahu-tahu sudah tidak ada. Jumlahnya sih tidak banyak hanya Rp800 ribu, cuma kan kalau berulang-ulang tidak bagus,” ungkapnya.

Sementara kata dia, meskipun ada satpam yang bertugas hanya berjaga di pintu masuk dan keluar. Dia tidak melihat ada satpam yang berpatroli menyusuri lingkungan rumah sakit. Selain itu, yang membuatnya janggal, di pukul 04.00 WIB, sudah ada pedagang yang bebas berjualan makanan di area rumah sakit.

Menurutnya, waktu sepagi itu tidak wajar orang bebas menjajakan jualan. Menurutnya, waktu ideal sarapan pagi pada pukul 06.00 dan seterusnya. Dia menyayangkan kurang ketatnya pengamanan di lingkungan RSMN.

Tidak hanya itu, menurut informasi diterimany, selama tahun 2020, sudah terdapat empat kasus kehilangan di RSMN. Namun sangat disayangkan, hal itu tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak RSMN. Bahkan hingga dirinya menjadi korban kelima belum ada tanggapan serius dari  RSMN.

“Jika begitu, maka kami sudah tidak merasa aman dan nyaman bagi pasien dan keluarga pasien. Pengaduan kami tidak direspon serius oleh pihak rumah sakit,” tukasnya.

Terpisah, dr. Mokh. Mukhlis, salah seorang dokter yang betugas di RSMN mengaku, manajmen RSMN sudah memasang CCTV di setiap sudut rumah sakit. Pihaknya mengatakan, jika warga yang kehilangan melapor secara resmi kepada pihak RSMN, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan dengan serius. Bahkan dirinya mengaku akan melibatkan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian itu.

Kendati begitu, Mukhlis tidak memungkiri bahwa terkadang banyak pengunjung RSMN yang nakal. Saat memasuki rumah sakit mereka menggunakan kalung tanda pengunjung milik orang lain. Dia mengakui banyak keluarga pasien kerap kali tidak mengindahkan prosedur rumah sakit.

Pihaknya berharap, setiap warga yang kehilangan barang-barang berharga agar melapor secara resmi kepada pihak rumah sakit dan pihak kepolisian, agar bisa ditindaklanjuti secara serius dengan memeriksa seluruh rekaman CCTV yang ada. Agar kenyamanan dan keamanan tetap terjaga.

“Pinteran malingnya, meski sudah ada prosedur dan ada CCTV mereka tetap bisa cari cara. Jadi kalau ada yang begini laporkan saja,” ujarnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed