Sering Tidak Selaras, Data Covid-19 Belum Diolah Maksimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIEVALUASI: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron bersama Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra saat memberi keterangan pers terkait penanganan wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Data Covid-19 di Bangkalan terkadang tidak selaras dengan data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, diakui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan, bahwa data Covid-19 di Bangkalan belum diolah secara maksimal.

Wakil Ketua Gugus Tugas Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, selama ini pihaknya melihat ada yang kurang pas dalam mengelola data sebaran Covid-19 di Bangkalan. Lelaki yang juga menjabat sebagai kepala Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan ini menuturkan, bahwa mengikuti perintah dari presiden. Untuk sebaran Covid-19 harus melalui satu data.

Bacaan Lainnya

“Data ini memang sudah diolah, namun kurang maksimal dan itulah yang dirilis,” ungkapnya, Selasa (22/6/2020).

Sehingga, upaya kuratif untuk mengintervensi hanya berdasarkan kacamata output keluaran hasil rilis saja. Karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, akan membuat aplikasi untuk database sebaran di Bangkalan, baik data orang dalam resiko (ODR), orang dalam pengawasan (OPD), orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Bahkan yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 akan kami berikan dalam bentuk google map. Sehingga, dari situ evaluasinya nanti dalam bentuk grafik atau episentrum titik-titik sebaran Covid,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, dari aplikasi ini, nantinya masyarakat dapat masuk dan bisa melihat lokasi mana saja yang menjadi sebaran Covid-19 di Bangkalan. Di dalamnya juga akan ada fitur konsultasi dan tanya jawab mengenai Covid-19.

“Jadi masyarakat bisa tanya apa saja dan konsultasi mengenai Covid-19 tanpa harus datang ke pelayanan kesehatan,” paparnya.

Masih menurut AKBP Rama, kebijakan penanganan baru ini sendiri untuk membentuk penyembuhan dan penyebaran Covid-19 di Bangkalan yang semakin meninggi. Layanan ini diklaim untuk membantu gugus tugas dalam melacak secara cepat.

“Ini untuk membantu pelayanan kesehatan, memudahkan tim surveilens dalam menelusuri penyeberan Covid-19 secara valid,” paparnya.

“Akan ada 3 operator yang stand by selama 24 jam. Di situ akan ada update kasus terinfeksi dan grafik penyebaran Covid-19 selama setiap hari. Jadi masyarakat bisa memantau juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin menyampaikan, dengan aplikasi ini, pihaknya dapat mengontrol dan memberikan data yang valid kepada masyarakat. Dia juga mengaku, tingkat kevalidan aplikasi tersebut dalam menghimbun data Covid-19 100 persen.

“Baik ODR sampai yang sudah terinfeksi akan kami update dalam aplikasi tersebut. Jadi semua masyarakat dapat melihat penyebaran Covid-19 dan memantau penyebarannya. Karena ada fitur buttom yang bisa diakses masyarakat jika mengalami keluhan mirip Covid-19 akan langsung kami tangani,” tukasnya. (ina/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *