Sering Turba, Disdik Sumenep Nyatakan Belajar Daring Mampu Capai Hasil Optimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TURBA: Guna memantau protkes pada PTM, Plt Kepala Disdik Moh Iksan sering selalu berkeliling ke sekolah-sekolah.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Selain memaksimalkan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep juga menyediakan menu-menu inovatif untuk dunia pendidikan di tengah wabah Covid-19.

Plt Kepala Disdik Sumenep Moh Iksan menyampaikan, Kemendikbud bekerja sama penyelenggaraan pembelajaran secara daring dilakukan dengan berbagai pihak. Beberapa pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan secara daring antara lain Google Indonesia, kelas pintar, microsoft, quipper, ruangguru, sekolahmu, classroom, dan zenius.

Bacaan Lainnya

“Tentunya di daerah, kami harus mempunyai kepekaan untuk mengawal apa yang direkomendasikan oleh pemerintah pusat sesuai dengan kemampuan teknologi,” katanya, Rabu (27/1/2020).

Hasilnya, berdasarkan turba yang sering dilakukan, meski beberapa bulan terakhir sekolah sempat dimaksimalkan dengan pembelajaran online, banyak capaian yang berhasil dipraktikkan.

Pria yang secara definitif menjabat kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu mengatakan, pelaksanaan pelajaran tatap muka (PTM) sudah kembali digelar dengan ketentuan ketat protokol kesehatan (protkes).

“Kami memantau langsung ke sekolah-sekolah. Alhamdulillah sekolah tertib protkes. Itu sebagai upaya perhatian terhadap lembaga pendidikan baik swasta maupun negeri,” imbuhnya.

Salah satu bukti, rekomendasi Kemendikbud diserap dengan maksimal rata-rata siswa. Bahkan tidak sedikit peserta didik bisa membuat animasi berupa video dan disetor ke classroom.

Artinya, ketika peserta didik, terutama di tingkat dasar (SD) sudah rata-rata mampu, sudah tidak dikhawatirkan untuk tingkat yang lebih tinggi.

“Sebagian besar peserta sudah mengaktifkan akun pembelajaran Kemendikbud, dan sudah membuat classroom dengan akun pembelajaran,” imbuhnya.

Sementara salah satu inovasi yang akan disiapkan untuk tahun pelajaran periode tahun ini, siswa tetap akan diberikan bekal pemahaman, terutama kebutuhan umum seperti materi IPA, IPS, Bahasa Inggris.

Sehingga meski pelaksanaan ujian nasional (UN) ditiadakan, peserta didik mempunyai bekal ketika ada kompetisi yang meliputi pelajaran tersebut. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *