oleh

Sertifikasi Dai Kemenag Pamekasan Tunggu Juknis

Kabarmadura.id/Pamekasan– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan belum bisa memberikan kepastian soal penerapan sertifikasi dai. Sejauh ini program yang digulirkan dari Kementerian Agama (Kemenag)  itu belum ada aturan yang secara resmi diberikan kepada daerah.

Kepala Kankemenag Pamekasan A Fandi, penerapan sertifikasi dai bagi para pemuka agama di Kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam itu masih belum bisa dipastikan secara resmi. Pasalnya hingga saat ini masih menunggu petunjuk teknis yang berupa aturan mekanisme dalam sertifikasi tersebut.

“Sebelum ada juknis kami belum bisa mengatakan soal penerapannya,”ungkapnya, Minggu (20/9/2020).

Dia juga menjabarkan, untuk wacana yang berkembang tentang sertifikasi dari dai, jika pada akhirnya harus diterapkan, maka akan disampaikan dengan pola pendekatan komunikatif kepada seluruh masyarakat.

“Artinya nanti akan dikomunikasikan biar tidak semua menjadi sesuatu yang bias, dengan adanya sosialisasi lebih awal, utamanya kepada masyarakat Insya Allah akan menjadi sesuatu yang kondusif nantinya,”urainya.

Fandi panggilan akrab Kemenag Pamekasan menambahkan, sebagai pelaksana di daerah jika misalkan harus diterapkan, maka akan dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga apa yang diarahkan oleh pemerintah pusat akan diterapkan dengan dikomparasikan dengan kearifan lokal Madura yang ada.

“Misalnya ada ketentuan khusus nantinya, kita akan sesuaikan dengan kearifan lokal yang ada disini,”ulasnya.

Dia berharap untuk suksesi program yang akan dilaksanakan perlu sinergitas dari semua lapisan masyarakat, sehingga capaian target yang diharapkan bisa tercapai dengan baik.

“Kami harapkan  bisa berjalan dengan lancar,”paparnya.

Sementara itu,  R. K Syamsul Arifin Tokoh Masyarakat  asal Kecamatan Kadur menyampaikan, sertifikasi dai kepada para penceramah dipandang kurang menghargai pengetahuan yang menjadi kompetensi darinya, sebab tidak akan mungkin orang yang berkompeten berbicara tentang agama di khalayak ramai.

“Jika benar-benar dilaksanakan kebijakannya sertifikasi dai perlu dipertimbangkan kembali, sebab secara kompetensi keilmuan para pendakwah sudah memahami apa yang disampaikan kepada masyarakat,”pungkasnya, (rul/mam).

Komentar

News Feed