oleh

Seruan Respect Menggema Demi Semangat Persaudaraan

Buntut Insiden Kericuhan di Laga PSS Sleman vs Arema FC

Kabarmadura.id-Insiden kericuhan antarsuporter di tribun stadion tempat pertandingan pembuka Liga 1 219 kemarin lusa mendapatkan banyak atensi dari semua pihak. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI bahkan melakukan pemanggilan terhadap Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operatorkompetisi Liga 1 musim ini.

BOPI melalui Ketuanya Richard Sambera  menyampaikan bahwa pihaknya meminta laporan segera dari PT LIB selaku operator kompeisi sekaligus meminta PSSI mengambil tindakan tegas menyikapi insiden ini.

“BOPI berkomitmen memastikan kompetisi sepakbola  dan semua olahraga profesional berjalan dengan mengutamakan keamanan, kenyamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat,” ungkap Ketu BOPI sebagaimana dilansir dari rilis resmi BOPI.

Seruan untuk mengingatkan semangat respect dalam sepakbola juga datang dari klub-klub peserta Liga 1 musim ini.  Tagar #KitaBersaudara menjadi seruan yang digaungkan oleh  klub-klub peserta Liga1.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi beberapa jam seusai kejadian yang menimpa suporter di Stadion Maguwoharjo Sleman, saat pertandingan  PSS Sleman vs Arema FC langsung mengirimkan seruan  agar jangan menjadikan sepakbola memiliki nilai indah dan jangan dijadikan dibikin menakutkan.

“Sepakbola itu persatuan jangan ada yang dihebatkan, yang membedakan mereka  peserta kompetisi adalah prestasi dan posisi di klasemen,” tegas AQ, sapaan akrabnya Presiden Klub Madura United.

Pasca-PSSI dibekukan oleh FIFA tahun 2015 lalu, berbagai peraturan
pelaksanaan pertandingan ditegakkan oleh Komisi Disiplin PSSI. Flaire, petasan,  smoke boom, dan beberapa larangan yang bisa menyebabkan keributan di stadion tempat pertandingan  mendapatkan atensi oleh Komisi Disiplin.

Banyak klub yang  mendapatkan sanksi denda uang hingga sanksi yang menyebabkan mereka tidak bisa menggelar pertandingan dengan kedatangan suporter akibat  ulah suporter.

Bahkan, sanksi pertandingan laga usiran juga  menjadi sanksi yang beberapa kali didapatkan klub-klub peserta kompetisi Liga 1. Madura United sendiri, pada tahun 2017 lalu pernah mendapatkan sanksi larangan bertanding tanpa suporter dalam dua pertandingan terakhir.

Demikian halnya dengan kompetisi 2o18 lalu, Madura United juga mendapatkan sanksi denda akibat adanya flaire. Tidak hanya Madura United, beberapa klub peserta Liga 1 juga mendapatkan sanksi yang sangat merugikan bagi  klub.

Persib Bandung misalnya, pada kompetisi Liga 1 tahun 2018 lalu harus menjadi tim yang menggelar pertandingan di luar bandung dan tanpa penonton. Sebelumnya Persib Bandung juga  mendapatkan sanksi tidak boleh ditonton oleh suporternya. (bri/waw)

Komentar

News Feed