Sesalkan IPAL Puskesmas Baru Dianggarkan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Berbagai upaya kerap dilakukan untuk dapat mereduksi pencemaran lingkungan dari limbah medis, terutama di tingkat puskesmas. Sayang, di Pamekasan ada sejumlah puskesmas yang baru menganggarkan pembangunan fasilitas instalasi pembuangan air limbah (IPAL).

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah mengatakan, fasilitas IPAL sangat penting bagi puskesmas guna mengolah limbah medis. Hal tersebut telah tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air, IPAL jadi syarat wajib bagi industri maupun instansi layanan publik yang menghasilkan limbah cair.

Namun ia mengaku sangat terkejut, lantaran ada sebagian dari puskemas milik Pemkab Pamekasan yang baru menganggarkan pembangunan fasilitas IPAL tahun ini. Padahal, kebutuhan IPAL harus segera dicukupi sebelum pusat layanan kesehatan itu dibangun.

“Kalau sekarang masih mau dibangun, lantas dari kemarin limbah medisnya dibuang ke mana,” sesalnya, Selasa (2/10).

Dikatakan politisi NasDem itu, tidak adanya IPAL di sejumlah puskesmas cukup memprihatinkan. Sebab, keberadaan limbah medis harus mendapatkan penampungan khusus agar tidak terkontaminasi dengan lingkungan masyarakat.

Apalagi limbah yang dihasilkan dari pusat layanan kesehatan itu, sudah terkontaminasi dengan berbagai penyakit pasien yang dirawat. Oleh sebab itu, pihaknya berharap, agar pembangunan fasilitas IPAL di sejumlah Puskesmas bisa segera direalisasikan.

“Ancaman limbah medis terhadap lingkungan sangat serius. Pembangunannya harus segera dikebut,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Ismail Bey mengakui, jika sejumlah puskesmas di wilayah kerjanya belum dilengkapi dengan fasilitas IPAL. Namun tahun ini, sejumlah puskesmas itu akan segera dilengkapi fasilitas IPAL, yang saat ini tengah dalam masa lelang di LPSE Pamekasan.

Meski tidak ada fasilitas IPAL khusus di sejumlah puskesmas. Namun pria berkepala plontos itu mengaku, jika puskesmas memiliki tandon khusus untuk menampung limbah medis. Bahkan dia mengaku, jika selama ini sudah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola limbah medis itu.

“Selama ini kita kontraktual dengan pihak ketiga, karena kita juga tidak paham dengan pengelolaannya,” dalihnya.

Berdasarkan data yang diperoleh di laman LPSE, terdapat enam puskesmas yang saat ini tengah memasuki tahap lelang untuk pembangunan fasilitas IPAL. Keenam puskesmas itu, masing-masing, Puskesmas Galis dengan anggaran sebesar Rp279 juta.

Kemudian, Puskesmas Kowel dengan anggaran Rp278,1 juta. Puskesmas Sopaah sebesar 380 juta. Puskesmas Tampojung Pregi Rp380 juta, Puskesmas Talang Rp380 juta. Serta Puskesmas Panaguan dengan total anggaran Rp380 juta. Anggaran pembangunan fasilitas IPAL itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (pin/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *