oleh

Setahun, 2 Ribu Warga Sampang Menganggur

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Anggaran untuk program pelatihan kerja di Kabupaten Sampang, kerap mengalami pengeprasan. Bahkan, selama dua tahun dana tersebut terkena kepras. Kondisi itu, berbanding terbalik dengan jumlah pengangguran yang terus naik drastis. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker) Sampang Agus Sumarso, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, sejak setahun terakhir kegiatan pelatihan kerja cukup minim. Salah satu indikasinya banyak anggaran yang dikurangi akibat refocusing. Sehingga, jumlah pengangguran selama dua tahun bertambah. Tahun ini, jumlah pengangguran mencapai 13 ribu orang. Padahal, tahun lalu jumlah pengangguran masih 11 ribu.

“Belum genap dua tahun pertumbuhan pengangguran sudah mencapai 2.000 lebih. Selama pandemi pelatihan minim kami lakukan. Selain karena memang anggaran lebih sedikit, juga aturan protokol kesehatan (prokes) yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Dikatakan, jika dipaksakan gelar pelatihan tahun kemarin belum mampu menekan angka pengangguran. Termasuk, upaya pembukaan peluang pekerjaan kepada masyarakat gagal. Sebab, pekerjaan yang ditawarkan berlokasi di luar Sampang banyak yang menolak. Sehingga, upaya itu tidak berefek pada peningkatan jumlah pengangguran.

Disinggung soal data pengangguran? Pihaknya membenarkan hal itu. Bahkan, terus mengupdate data terbaru. Sehingga dapat dievaluasi dan direncanakan solusinya. Tingginya pengangguran akibat minimnya lahan pekerjaan di Sampang. Sehingga, salah satu upayanya akan melakukan komunikasi dengan semua pemilik usaha.

“Lulusan perkuliahan atau sekolah terus bertambah.  Jumlah mereka tidak sedikit dan saya yakin akan terjadi penumpukan calon pekerja. Sementara lapangan kerja sangat minim di Sampang,” keluhnya.

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Sampang secara umum masih tergolong rendah. Sesuai catatan sementara dibuktikan dengan lemahnya daya beli masyarakat. Sebab, daya beli pasti berkaitan dengan penghasilan yang di dapat masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang, Fadol membenarkan jika lapangan kerja lokal masih minim. Sehingga pihaknya berharap, ada kebijakan khusus usaha lokal. Seperti, pembinaan usaha baru. Sehingga pengangguran dilatih dan memulai usaha di Sampang.

“Kami memahami jika saat ini kondisinya masih wabah Covid. Tapi pasca ini, kami berharap leading sektor terkait bisa merencanakan program khusus penekanan angka pengangguran. Baik melalui pelatihan maupun pendirian usaha baru,” responnya. (man/ito)

 

Komentar

News Feed