oleh

Setahun, Kasus TBC Capai 1.101, Dinkes Pamekasan Tingkatkan Upaya Pencegahan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mencatat ada 1.101 kasus tuberculosis (TBC) sepanjang tahun 2019. Untuk menekan lonjakan kasus di tahun 2020, Dinkes melakukan berbagai upaya untuk menekan jumlah pendertia TBC.

Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan dr. Achmad Marsuki melalui Kepala Bidang (kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Nanag Suyanto, jumlah kasus, hingga Juni 2020, jumlah penderita TBC tercatat sebanyak 274.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2019, penderita TBC di tahun 2020 relatif menurun. Artinya, upaya penekanan kasus yang sudah dilakukan dapat dikatakan berhasil.

“Salah satu langkah kami dengan memberikan obat gratis pada penderita TBC yang berobat di puskesmas, kami juga melakukan pemerikasaan dahak untuk memonitor kesembuhannya,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Dijelaskannya, penyebab penderita TBC itu, yakni sosial ekonomi, pendidikan yang rendah, dan kebiasaan pola hidup. Mengenai gejalannya, umumnya menyerang paru-paru dengan gejala utama batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 2 minggu, kehilangan nafsu makan, mengalami penurunan berat badan, dan lainnya.

Untuk menekan angka penderita TBC, pihaknya memiliki program khusus untuk penanganan TBC di daerahnya. Salah satunya berupa giat temukan obati sampai atau disingkat TOS. Program tersebut juga memberikan dampak terhadap penekanan angka penderita TBC.

“Untuk tahun 2019 penderita yang paling banyak ada di Kecamatan Waru, sebanyak 108 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komis IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menyampaikan, masih tingginya kasus TBC harus menjadi perhatian Dinkes agar supaya lebih maksimal dalam menekan angka penderita.

“Selain sosialisasi, penguatan kapasitas puskesmas, pendampingan kesehatan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed