Setahun, PAD Wisata di Sampang Hanya Rp68 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TIDAK MAKSIMAL: Pendapatan sektor wisata di Kabupaten Sampang tidak sebanding dengan anggaran penambahan fasilitas dan pembangunan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Keberadaan sejumlah tempat wisata di Kabupaten Sampang yang tersebar di berbagai wilayah belum bisa berkontribusi maksimal dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Selama 2021, Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata  (Disporabudpar), hanya menerima setoran Rp68 juta dari pengelolaan sektor pariwisata.

Setoran PAD itu, diperoleh dari empat tempat wisata per tahunnya. Masing-masing, Wisata Alam Pantai Camplong Rp54 juta, Pantai Lon Malang Rp10 juta, Hutan Kera Nepa Rp2 juta dan Air Terjun Toroan Rp2 juta. Pendapatan itu, belum sebanding dengan potensi sektor wisata di daerah yang berjuluk kota bahari.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem mengatakan, tempat wisata yang mulai banyak dikunjungi oleh para wisatawan untuk wilayah pantai utara (pantura) yakni Pantai Lon Malang, Air Terjun Toroan, Hutan Kera Nepa. Sedangkan,  untuk wilayah selatan Pantai Camplong. Sementara wisata lainnya, relatif masih sepi pengunjung. Semua tempat wisata itu, juga sudah berkontribusi terhadap pendapatan pemerintah daerah.

Menurutnya, penerimaan PAD dari sektor wisata belum maksimal. Sebab, instansinya hanya menerima bagi hasil jasa parkir kendaraan dan sewa lahan. Semisal, Pantai Camplong sudah dikontrak dengan PT Surabaya Inn Group selama 25 tahun. Sehingga, pemkab hanya mendapatkan sewa lahan Rp4,5 juta per bulan.

Sedangkan, Pantai  Lon Malang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sehingga, hanya mendapatkan dana partisipasi dari bagi hasil jasa parkir. “Dari empat tempat wisata yang sudah lumayan ramai pengunjungnya ini, pemkab mendapatkan setoran sekitar Rp68 juta setahun,” ucapnya, Senin (23/8/2021).

Dia menjelaskan, untuk wisata Air Terjun Toroan dan Hutan Kera Nepa dikelola secara mandiri. Sehingga, pemkab hanya sebatas menerima partisipasi dari hasil jasa parkir kendaraan. Padahal, sejumlah tempat wisata tersebut beberapa tahun terakhir kerap mendapatkan kucuran dana puluhan juta. Bahkan, ratusan juta untuk penambahan wahana dan perbaikan fasilitas penunjang lainnya.

“Awalnya tahun ini, kami menganggarkan penambahan wahana permainan di Pantai Lon Malang dan Air Terjun Toroan, tapi sekarang direfocussing untuk penanganan wabah Covid-19,” jelasnya.

Kendati demikian, sejumlah tempat wisata itu dikelola oleh pihak swasta, pemkab tetap melakukan pembinaan agar wisatawan banyak datang. Termasuk, menganggarkan untuk penambahan wahana dan fasilitas. Sehingga diharapkan, mampu mendorong perekonomian masyarakat  khususnya di wilayah sekitar wisata.

“Kalau sekarang, kami tidak bisa berbuat banyak, karena anggaran di Disporabudpar yang direfocussing, totalnya mencapai Rp10,6 miliar, maka penambahan wahana wisata ini juga dibatalkan,” tukasnya. (sub/ito)

Empat Lokasi Wisata Sumbang PAD

  • Wisata Alam Pantai Camplong
    • Rp54 juta
  • Pantai Lon Malang
    • Rp10 juta
  • Hutan Kera Nepa
    • Rp2 juta
  • Air Terjun Toroan
    • Rp2 juta.
  • Total pendapatan Rp68 juta per tahun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *