Setelah Ambruk, Masih Sisakan Ruangan Siswa yang Rawan Ambruk

(FOTO: SYAMSUL FOR KM) MIRIS: Dua kelas yang roboh di SDN 1 Tlagah, Galis, Bangkalan sudah lama rusak, bahkan masih ada ruangan lain yang kondisinya rawan ambruk.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Akibat diterjang hujan selama dua hari berturut-turut, salah satu sekolah di Kecamatan Galis, Bangkalan harus merelakan dua bangunan kelasnya ambruk. Dua bangunan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tlagah itu roboh karena bangunan yang sudah rapuh.

Akibatnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) harus menumpang di salah satu garasi rumah warga di sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu guru di sekolah itu, Fathullah. Bangunan kelas yang roboh itu merupakan ruang kelas satu dan dua. Sebelum ambruk masih sering digunakan kegiatan PTM. Diakuinya, sejak Kamis hingga Jumat, memang hujan disertai angin kencang.

Bacaan Lainnya

“Sejak dua hari lalu, setelah ambruk, kami, atas kesepakatan kepala sekolah dan semua guru memutuskan tidak menempati ruangan yang roboh. Semua bangku serta lemari sudah kami pindahkan juga karena cuaca akhir-akhir ini sering hujan. Takut terjadi yang tidak diinginkan,” ungkapnya mengenai langkah taktis yang dilakukan sekolah.

Saat ini, bangunan ruang kelas di sekolah tersebut masih tersisa dua ruangan. Jika dibiarkan dan tidak ada perbaikan, maka gedung sekolah tersebut juga akan roboh, mengingat kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, kondisi gedung juga memang sudah lapuk termakan usia.

“Untungnya waktu ambruk terjadi sore hari, jadi tidak ada siswa atau guru melakukan aktivitas di sekolah,” begitu ungkapan Fathullah.

Kekhawatiran ambruknya bangunan sebenarnya sudah lama dirasakan para guru. Sebab, terdapat beberapa ruang yang kondisi bangunannya rapuh. Apalagi, usia bangunan itu sudah cukup tua dan belum pernah tersentuh perbaikan.

“Kondisi gedung juga memang sudah lapuk termakan usia. Kadang para guru dan siswa takut dan tidak tenang belajar mengajar karena bangunan yang sudah tua dan bisa dikatakan sudah tak layak pakai,” imbuh Fathullah

Koordinator Wilayah (Korwil) SDN Kecamatan Galis Bangkalan Abdul Wahid membenarkan hal itu dan meninjau sekolah itu. Hasil peninjauan itu telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan agar segera diberikan bantuan pembenahan.

“Kondisinya memang sudah retak, sehingga saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang langsung roboh,” terangnya.

Selain sekolah yang ambruk, akibat hujan sejak Kamis (2/12/2021) hingga Jumat (3/12/2021), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris menyampaikan bahwa ada banjir yang menggenang di Kecamatan Blega. Banjir itu akibat luapan sungai dan menggenangi jalan raya penghubung Bangkalan dengan Sampang.

“Ketinggian genangan air antara 20 hingga 40 centimeter,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan