oleh

Setelah Membatik, LPI Miftahul Ulum Siapkan Mental Berwirausaha Anak Didik

Kabarmadura.id/Sumenep-Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum (MU) terus berinovasi untuk meningkatkan kompetensi anak didiknya agar memiliki daya saing tinggi. Setelah sebelumnya lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Ziadatul Himmah itu menerapkan sistem full day school yang diisi kegiatan membatik, MU juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan mental di bidang wirausaha, terutama dalam dunia membatik.

Muhsinuddin selaku penanggung jawab dari kegiatan tersebut menuturkan, menerapkan sistem full day school merupakan langkah yang berani, melihat kenyataan lingkungan masih belum siap menerima sistem tersebut.

“Setiap hari anak-anak pasti saya dampingi, saya beri semangat, karena membatik ini merupakan kegiatan yang tidak mudah, harus telaten dan sebagainya,” katanya, Rabu (6/11).

SEMANGAT: Siswa siswi MU begitu antusias dalam mengikuti pelatihan.

Selain itu untuk memupuk semangat dalam menekuni membatik, pihaknya sengaja menggelar pelatihan keterampilan berwirausaha yang sengaja ditempatkan di aula mini MU. Karena bagaimanapun, skill berwirausaha juga sangat diperlukan dalam perjalanan menuju kesuksesan di dunia membatik.

“Jika skill khusus pembuatan batiknya, anak-anak sudah ikut berbagai pelatihan, baik di luar maupun di sini sendiri. Karena tahun lalu kami bekerja sama dengan balai latihan kerja (BLK) mengadakan pelatihan selama sebulan, dan itu dilaksanakan di sini, dengan mengundang pelatih dari luar,” imbuhnya.

Zainurrahman dan Affan Riady yang merupakan 2 pemateri dari pelatihan berwirausaha tersebut merasa senang berbagi pengalaman dengan siswa dan siswi MU. Menurut keduanya, ternyata selain lihai dalam membatik sudah tertanam mental kreatif dalam berwirausaha, tinggal pengembangannya saja yang perlu diperhatikan.

“Saya tidak menyangka lembaga di pelosok bisa sekreatif ini, tadi itu saya kan memancing wawasannya, ternyata cerdas-cerdas. Tadi saya tanya tentang potensi alam sekitar yang bisa dijadikan unit usaha, hebat-hebat gagasan mereka,” paparnya.

Sementara salah satu siswa yang sangat gemar membatik Siti Asiyah mengaku sangat terpompa semangat membantiknya, dengan rangsangan motivasi dari pelatihan tersebut.

“Ingin segera cepat memproduksi yang banyak, ingin segera ditawarkan kepada khalayak, bahwa kami bisa, doakan saja,” ujarnya. (ara/pai)

 

 

salah satu pendidikan yang berada di Dusun Sasar, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto yang namanya sudah tidak asing lagi dikancah pendidikan Sumenep, kembali memberikan pelatihan untuk meningkatkan mental di bidang wirausaha, terutama dalam dunia membatik.

 

Seperti yang diketahui sebelumnya, lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Ziadatul Himmah itu telah menerapkan sistem full day school dengan di isi kegiatan membatik sebagai wujud aktivitas kreatif siswa.

Komentar

News Feed