Setengah Tahun 202 ASN Meninggal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KEHILANGAN: Ratuasan ASN di Sumenep banyak meninggal dunia.

KABARMADURA.ID, SUMENEP- Jumlah abdi negara di Sumenep selama tahun 2021 tercatat banyak yang gugur. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep menguraikan bahwa terdapat sebanyak 202 orang warga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan akta kematian selama kurun waktu tahun 2021.

Jumlah tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Sumenep, Imam Subakti, adalah jumlah kematian warga berstatus ASN sejak awal tahun 2021 hingga akhir Juli.

Bacaan Lainnya

“Meninggalnya tersebut tidak tahu penyebabnya, apakah meninggal karena covid-19 atau tidak, kami hanya merekap berdasarkan status pekerjaan saja,” katanya, Kamis (12/08/2021)

Dia menjelaskan, data tersebut sudah masuk pada data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep yang dilakukan input pada hari ini Kamis (12/08/2021).  Sebelumnya data meninggal masih belum masuk pendataan yang valid.

Terhadap banyaknya ASN yang meninggal, Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP), Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sumenep,  (BKSDM),  Linda Mardiana menyampaikan bahwa banyaknya ASN yang meninggal akan berpengaruh terhadap kinerja pelayanan dan kerja-kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, banyaknya ASN yang meninggal dan memasuki usia pensiun seharusnya bisa segera diisi penggantinya, agar kerja pelayanan pemerintah Sumenep terhadap warga tidak terganggu. Perencanaan pengisian ASN di lingkungan Pemkab Sumenep tahun 2021 yang saat ini sedang berlangsung prosesnya, belum memasukkan data ASN yang meninggal untuk tambahan kuota.

Pada seleksi CPNS tahun 2021, Sumenep mendapatkan kuota sebanyak 2.183 formasi, terdiri atas 62 formasi CPNS dan 2.121 formasi untuk PPPK. Formasi terbanyak pengisian formasi adalah pada pengisian jabatan guru sebanyak 2.042 formasi

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Nurus Salam mengatakan, mengaku kaget atas banyaknya ASN yang meninggal. Tetapi, menurutnya, hal tersebut merupakan ketentuan tuhan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Namu, berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep harus gerak cepat mengenai perekrutan CPNS serta PPPK. Jika tidak demikian, kekosongan akan menjadi petaka.

“Atas banyaknya yang meninggal, BKPSDM Sumenep wajib terus aktif dan peka terhadap kekurangan yang ada. Jika bisa harus ada tambahan kuota dari sebelumnya sudah masuk,” pungkasnya. (imd/bri)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *