Setengah Tahun Ditinggal Maskapai, Nihil Strategi Hidupkan Kembali Rute Surabaya-Sumenep

News72 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Sejak ditutupnya kembali jalur penerbangan rute Sumenep-Surabaya PP di Bandara Trunojoyo Sumenep di awal 2023 lalu, belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi mengaku akan mengupayakan agar jalur itu kembali normal. Salah satunya berkoordinasi dengan berbagai pihak.

KM10082023
COVER 09 AGUSTUS 2023-1@1x_1
KM07082023
KM03082023

Upaya itu di antaranya bakal mendata dan mengumpulkan para komunitas  di Sumenep, utamanya yang sering menjadwalkan acara di Surabaya. Kemudian merangkum jadwal kegiatan mereka agar sesuai dengan jadwal penerbangan di rute Sumenep-Surabaya PP. 

“Kami juga bakal merayu pegawai BUMN, misalnya seperti PT Garam yang sering ada agenda rutin, agar menggunakan jasa penerbangan, kami bakal sesuaikan juga jadwalnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dishub Sampang Menyebut JLS Jadi Kesan Pertama Pemudik

Menurut Yayak, jika berhasil mengajak atau bekerja sama dengan sejumlah pihak, misalnya kepentingan rapat koordinasi PT Garam, salah satu BUMN yang berkantor di Sumenep, jumlah minimal yakni 6 penumpang bisa terpenuhi. 

Yayak membenarkan bahwa bandara tersebut belum sesuai dengan harapan hingga saat ini. Utamanya setelah dihentikannya rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya.

“Memang beberapa bulan sudah tidak ada penerbangan, karena sepi, tidak ada yang melakukan penerbangan ke Surabaya atau ke Sumenep,” kata Yayak Nurwahyudi kepada Kabar Madura.

Harapan yang dimaksud Yayak, rencana Pemkab Sumenep dari bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo di awal tahun 2022 itu adalah menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat Sumenep. 

Baca Juga:  Termotivasi dari Hujatan Tetangga, Kini Pria Asal Ini Pamekasan Jadi Konten Kreator Berpenghasilan Puluhan Juta

Selain itu, bandara yang juga untuk mempercepat akses transportasi dari luar Madura itu sudah dibangun Disperkimhub Sumenep  dengan anggaran puluhan miliar rupiah.  

Saat ini, rute penerbangan di Bandara Trunojoyo hanya dua hari per pekan. Hari Selasa untuk rute Bawean-Sumenep, Sumenep-Jember, Jember-Sumenep, Sumenep-Pagerungan, dan Pagerungan-Sumenep. Kemudian di hari Rabu, rutenya adalah Sumenep Pagerungan, Pagerungan-Sumenep, dan Sumenep Bawean. 

“Paling full itu penumpukan Pagerungan-Sumenep PP. Untuk menambah hari, rute, atau perubahan harga, dan lain, keputusannya langsung dari pusat,” papar Humas Bandara Trunojoyo Romzy Sarengat Sani.

Pewarta: Moh. Razin 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *