oleh

Seteru Panjang Nelayan Sarkak dan Babu

Kabarmadura.id/SUMENEP-Penggunaan alat tangkap sarkak terus menuai kontroversi di kalangan nelayan, polemik itu terus berlarut-larut dari tahun ke tahun. Sebenarnya, penggunaan alat tangkap sarkak oleh nelayan bukan tidak dilarang, tetapi ada aturan tersediri, yaitu harus minimal berlayar di daerah 1 B atau jarak empat mil dari bibir pantai.

Regulasi itu tertuang dalam Permen KP Nomor 71/Permen-Kp/2016 Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Tangkap Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Para nelayan yang sering berseteru, adalah antara nelayan Kecamatan Dungkek (nelayan pengguna sarkak) dan Kecamatan Gapura (nelayan pengguna alat tangkap tradisional).

Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Busahmi Hasan, para nelayan pengguna sarkak sering kali melanggar aturan itu. Mereka sering melaut dia daerah perairan Kecamatan Talango-Gapura.

Jarak antara perairan Talango dan Gapura tidak sampai dua mil. Sedangkan untuk total jarak yang diperbolehkan, adalah lebih dari empat mil. Sebelumnya, kapal pengguna sarkak pernah ditangkap secara sepihak oleh para nelayan tradisional, karena melaut di areal terlarang, namun menurut Busahmi, kapal itu tidak diproses secara hukum.

“Orang ditilang karena tidak memiliki SIM saja sampai ke pengadilan, loh ini kapal kok tidak diproses. Jadi, kami mohon itu ke aparat, diproses secara hukum lah. Bahkan, mereka (nelayan sarkak, red) sekarang ini pun melaut di areal terlarang,” ungkap pria yang akrab di panggil Haji Homaidi tersebut kepada Kabar Madura, Selasa (12).

Homaidi menambahkan, dalam dua tahun terakhir ini, hasil tangkapan ikan menjadi berkurang akibat penggunaan alat tangkap sarkak yang semsetinya, karena alat tersebut selain merusak jaring babu, juga bisa merusak ekosistem laut, sehingga tempat ikan berkembang biak menjadi rusak.

Kepala Dinas Perikanan Arief Rusdi mengungkapkan bahwa memang benar jarak antara Talango-Gapura tidak mencapai empat mil,

“Kami telah melakukan pengukuran ke perairan tersebut tahun lalu bersama kapolres sebelumnya, dan itu tidak sampai empat mil, secara regulasi alat sarkak tidak diperbolehkan,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (12/3). (mad/waw)

 

Komentar

News Feed