oleh

Setoran PAD Parkir Berlangganan di Dishub Sampang Kurang Rp1,7 M

KABARMADURA.ID, Sampang –Kendati sudah memasuki triwulan IV tahun anggaran berjalan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Sampang yang bersumber dari retribusi parkir berlangganan masih jauh target.

Berdasarkan data  Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tahun 2020 menetapkan target penerimaan PAD dari jasa retribusi parkir berlangganan senilai Rp3,2 miliar. Namun hingga sekarang realisasinya masih sekitar 49,9 persen atau senilai Rp1,5 miliar. Perincian parkir berlanggan Rp1,4 miliar dan parkir non berlangganan Rp83 juta dari target Rp100 juta.

Sekretaris Dishub Sampang Yulis Juwaidi berujar, wabah Covid-19 juga berdampak terhadap rendahnya  penerimaan PAD retribusi parkir. Meski demikian, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena faktor alam, sehingga sebagian masyarakat belum memperpanjang surat kendaraannya.

Pasalnya, target penerimaan retribusi parkir berlangganan di wilayah kota Bahari itu, berhubungan dengan perpanjangan surat-surat kendaraan atau pajak tahunan, baik untuk kendaraan roda dua, roda empat dan lainya.

“Sampai sekarang realisasi PAD parkir berlanggan memang masih dibawah 50 persen, baru sekitar Rp1,5 miliar dari target Rp3,2 miliar,” ujar Yulis (Sapaan akrabnya) kepada Kabar Madura, Senin (12/10/2020).

Disinggung soal upaya-upaya untuk tetap memaksimalkan PAD parkir berlangganan di tengah masa wabah Covid-19. Mantan Kabag Humas Sekretariat Pemkab Sampang itu mengaku hanya bisa memberikan himbauan kepada masyarakat agar segera melunasi pajak kendaraan, termasuk kendaraan yang plat merah atau mobil dinas.

“Sudah kita himbau, baik masyarakat umum dan  pengguna kendaraan dinas agar segera membayar pajak dan kewajiban parkir langganan sesuai aturan yang berlaku,” timpalnya.

Sebelumnya, Kasi Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Sampang Khotibul Umam membeberkan, jumlah objek parkir berlangganan yang tersebar di berbagai wilayah di Sampang tercatat sekitar 82 titik yang tersebar di 10 kecamatan. Sementara jumlah kendaraan atau objek parkir berlangganan, untuk roda dua dan tiga sebanyak 90.618 unit, roda empat 13.930 dan roda enam 152 unit.

“Prinsipnya, kita terus berupaya memaksimalkan penarikan PAD parkir berlangganan ini, hanya saja sekarang ini masih terkendala Covid-19,” kelitnya.

Untuk diketahui, penerapan parkir berlangganan di Kabupaten Sampang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, Perda Nomor 26 tahun 2019 tentang Pengelolaan Parkir Berlangganan dan Perbup Nomor 14 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Retribusi. Adapun besaran tarif parkir berlangganan itu, kendaraan roda dua Rp25 ribu, roda empat Rp35 ribu dan kendaraan roda enam dan seterusnya Rp50 ribu per tahun. (sub/mam)

Komentar

News Feed