oleh

Seusai Hari Batik, Daya Jual Batik Justru Turun

KABARMADURA.ID, Pamekasan –Berlalunya Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2020 lalu, nasib para pengusaha dan pengrajin batik di Pamekasan justru semakin berat. Sebab, daya jual batik justru menurun.

Meski sebelumnya, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan telah berikhtiar untuk meningkatkan daya jual batik pada saat hari batik, namun pada kenyataannya,tidak menghadirkan dampak positif bagi pengusaha batik.

Seperti diungkapkan pengusaha batik asal Dusun Banyumas Desa Kelampar Kecamatan Proppo Abd. Rahman, pihaknya hanya bisa menelan ludah seusai pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan PDTT berinisiatif membudayakan batik pada bulan batik.

Sebab,dia bersama rekan-rekan pengusaha batik lainnya tidak merasakan adanya dampak baik pada peningkatan daya jual beli batik. Akibatnya, batiknya hanya tertumpuk di tempat penyimpangan barang dagangan tanpa ada konsumen yang menengok.

“Gak ada, tetap saja daya jual batik menurun,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifuddin menjelaskan, pihaknya sudah selalu berikhitiar untuk bisa mensejahterakan para pengusaha dan pengrajin batik. Namun Covid-19 menurutnya membuatnya terhalang.

Covid-19 juga menjadi penyebab terus rendahnya daya jual batik di Pamekasan. Meski pihaknya bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah menjunjung tinggi nilai seni batik sebagai salah satu soko guru perekonomian di Pamekasan, tapi itu semua terhambat karena wabah Covid-19.

Pihaknya mengaku akan membuat skema khusus untuk peningkatan daya jual batik di Pamekasan pada tahun anggaran 2021. Harapannya, upaya pemkab yang sedari awal menjadikan batik sebagai cirri khas Kabupaten Pamekasan, bisa berbanding lurus dengan pendapatan pengusaha dan pengrajin batik.

Namun demikian, untuk mendorong peningkatan daya jual, pihaknya berupaya meningkatkan kompetensi agar sumber daya manusianya (SDM) memiliki kompetensi yang bagus, sehingga menghasilkan produksi yang diminati konsumen.

“Pandemi ini meruntuhkan semua sektor dan sendi-sendi semuanya, sosial, ekonomi,” ucapnya.(ali/waw)

Komentar

News Feed