oleh

Sewakan Puluhan Hektare Lahan Pertanian dengan Harga Murah

Kabarmadura.id/SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (BPPKA) setempat menyewakan 87 hektare lahan pertanian kepada pihak swasta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Kabupaten Sampang Bambang Indra Basuki. Ia mengatakan, lahan pertanian milik pemkab yang disewakan seluas 87 hektare atau sekitar 6,6 persen dari total 1.315 hektare. Aset tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Sampang. Namun, yang paling banyak berada di wilayah kota.

“Rata-rata lahan pertanian yang disewakan ada di lingkar Kota Sampang, tapi ada juga di daerah lainnya,” katanya.

Ia juga mengatakan, mayoritas lahan pertanian yang disewakan merupakan lahan tadah hujan. Dalam akad prosesnya warga hanya memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam jagung dan rumput. Dengan demikian, harga sewa dipatok tidak mahal.

“Harga sewa itu sudah berlaku sejak 2011. Kami tidak berani menaikkan harga sewa karena khawatir warga tidak mau menyewanya lagi,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain lahan pertanian, ada sejumlah lahan yang juga disewakan kepada warga. Lahan itu ditempati pedagang kaki lima (PKL), tambak budi daya, green house, dan penjual bunga.

“Harga sewa lahan yang ditempati berjualan dan usaha budi daya lebih mahal daripada sewa lahan pertanian. Mulai Rp 50–100 ribu per bulan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat yang berkeinginan menyewa tanah aset pemkab bisa mengajukan permohonan kepada BPPKAD melalui kelurahan dan kecamatan. Yang terpenting adalah komitmen masyarakat untuk rutin membayar biaya sewa dan bisa bertanggung jawab dengan menjaga dan memanfaatkan lahan sesuai dengan perjanjian.

“Salah satu syaratnya yakni warga tidak boleh menunggak biaya sewa lahan. Karena itu merupakan sumber penghasilan pendapatan daerah,” harapnya.

Sebelumnya Pemkab Sampang diminta untuk menaikkan harga sewa lahan yang diberikan kepada pihak swasta dan masyarakat. Pasalnya selama ini biaya sewa aset tersebut hanya Rp2.500 perhektare dalam sebulan atau Rp30 ribu setiap tahun.

“Selama ini harga sewa murah, bahkan hanya separuh dari harga sewa lahan milik warga. Di mana harga sewa lahan warga bisa mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta perhektare tiap tahun,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sampang Syamsuddin.

Pihaknya meminta pemkab mengkaji ulang dan menaikkan biaya sewa lahan pertanian. Apalagi tanah pemkab subur dan dekat dengan sumber air, sehingga kondisi tersebut juga berpengaruh terhdap sewa yang diberikan.

“Harga lahan yang berada di lokasi strategis juga bisa dinaikkan agar PAD dari sektor itu meningkat,” tegasnya.(awe/pai)

Komentar

News Feed