Siap Kawal Pembangunan PAUD Mardatillah

  • Whatsapp
MIRIS: Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Yayasan PAUD Mardatillah, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan terpaksa menempati emperan rumah.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Masih ingat dengan kondisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mardatillah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan? Meskipun pernah mengajukan proposal permohonan dana untuk pembangunan sekolah tahun 2017 dan 2018, tetapi sampai saat ini tanpa kejelasan.

Atas dasar itulah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) asal daerah Pantura, Hamdi, berjanji akan menelisik pengajuan proposal tersebut, Minggu (22/9).

Menurutnya, kejelasan mengenai pengajuan bantuan dana berupa proposal harus jelas. Sebab, pengajuan bantuan tersebut berbadan hukum yakni melalui lembaga resmi di bidang pendidikan.

“Apalagi persoalan ini murni tugas kami sebagai wakil rakyat. Bahkan kejadiannya juga di daerah dapil saya. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan coba untuk menindaklanjutinya jika memang mengajukan proposal,” janjinya.

Pihaknya menegaskan, terdapat beberapa faktor suatu daerah maju. Salah satunya, bidang kesehatan, ekonomi masyarakat dan bidang pendidikan. Jika bidang-bidang tersebut dioptimalkan maka kesejahteraan masyarakat akan tercapai.

“Perhatian pemerintah, hanya cukup memberikan fasilitas baik berupa pembangunan fisik maupun pengadaan barang. Untuk bidang pendidikan, berupa bangunan sekolah dan ketersediaan tempat belajar,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadisdik Kabupaten Pamekasan, Prama Jaya, tidak bisa memberikan kejelasan secara detail mengenai pengajuan proposal dari lembaga tersebut. Pihaknya mengaku, tidak begitu mengetahui dengan dalih baru menjabat.

“Apakah proposalnya memang masuk atau tidak saya kurang tahu. Karena pengajuannya dua tahun yang lalu. Sedangkan saya masih baru di sini (Disdik red),”  responnya singkat.

Sekedar diketahui, hingga saat ini, para siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mardatillah, belum memiliki gedung sekolah resmi. Untuk belajar, mereka terpaksa menggunakan fasilitas seadanya. Yakni belajar di emperan rumah warga yang dijadikan sebagai sekolah.

Setiap hari aktif sekolah, sekitar 18 siswa-siswi menggelar kagiatan belajar mengajar (KBM) di emperan rumah. Mirisnya, rumah yang mendadak dijadikan sekolah tersebut merupakan milik warga, tidak lain pendiri yayasan PAUD Mardatillah, Endang Purwati.

Kepada Kabar Madura dia mengaku, sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan pembangunan lembaga pendidikan terhadap pemerintah setempat. Akan tetapi, hasilnya mengecewakan lantaran nihil respon dari pemkab.

“Kami mengajukan proposal bantuan sebanyak tiga kali. Pertama di tahun 2015, 2016 dan 2017. Proposal pengajuan ini kami pasrahkan ke salah satu anggota dewan. Hanya saja tidak ada kejelasan mengenai proposal tersebut, ” tuturnya.

Menurutnya, selama enam tahun lamanya para siswa-siswi menempuh pendidikan di emperan rumah. Meski sedikit terganggu dengan keramaian, para siswa tetap semangat belajar. Bahkan, fasilitas permainan yang disediakan cukup terbatas.

“Terkadang kalau ada tamu ke rumah, tanya, kok belajar di emperan. Ya kami jawab seadanya belum ada gedung pembangunan untuk kami tempati,” ucapnya.

Lebih lanjut, Endang, sapaan akrabnya, menjelaskan, Yayasan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Kelompok Bermain Mardatillah Pasean secara prosedur sudah memenuhi persyaratan untuk mendapat perhatian pemerintah.

Beberapa dokumen pendirian cukup lengkap. Masing-masing, dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan PAUD Mardatillah di tahun 2016 lalu.

Selain itu, yayasan tersebut juga memiliki Sertifikat Nomor Pokok Sekolah National (NPSN) dengan nomor 69810235. Sertifikat itu, diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, tertanggal 27 Januari 2014.

“Kami juga pegang ijin penyelenggaraan sekolah swasta dengan nomor 841/7294/432.302/ 2015. Ijin ini berlaku selama tiga tahun, dan sekarang sudah kami perpanjang,” jelasnya. (ito/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *