Siapkan Bekal Pulang, Narapidana di Sumenep Diajari Membatik

  • Whatsapp
(FOTO; KM/MOH RAZIN) DILATIH: Aktivitas memproduksi batik diharapkan menjadi bekal hidup yang lebih baik di masyarakat.

KABARMADURA.ID;SUMENEP-Mengalihkan kreativitas para narapidana (napi) dengan menekuni dunia membatik, menjadi kegiatan rutin yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas llB Sumenep. Harapannya, ketika pulang bisa mempunyai bekal positif.

Kepala Rutan Kelas llB Sumenep Viverdi Anggoro mengatakan bahwa ada tiga komponen yang bertanggung jawab dalam mengarahkan napi ke jalan yang lebih baik. Yaitu mulai dari pihaknya sendiri dan masyarakat.

“Napi sendiri sendiri memang dilatih untuk bertindak positif. Sehingga ketika pulang, masyarakat jangan sampai mengucilkannya, terimalah dengan semestinya, jangan sampai psikisnya terganggu lagi. Semua orang mempunyai masa lalunya masing-masing,” katanya, Kamis (4/11/2020).

Misalnya, guna melatih napi agar mempunyai keterampilan tertentu, maka disediakan ruang produksi batik, yang pesertanya terdiri dari kurang lebih 20 napi. Selain itu, juga disediakan alat jahit, agar para napi bisa memiliki banyak keahlian ketika pulang.

Produksi batiknya tidak hanya dipesan untuk seragam petugas rutan, namun juga dijadikan oleh-oleh ketika ada tamu dari kementerian atau pejabat lainnya, mulai dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami memang menaruh harapan besar kepada napi, kesibukan di sini minimal menjadi peringan beban pikirannya, ada yang pintar melukis dan yang lainnya, maka kami mencoba untuk menyediakan fasilitas untuk memproduksi batik, ternyata tidak sedikit yang sudah bisa,” imbuhnya.

Agar semangat produksinya semakin meningkat, maka pihaknya bekerja sama dengan Wirausaha Muda Sumenep (WMS). Bekerja sama dari aspek pemasaran dan pembinaan, sehingga produksinya lebih berkualitas dan mengikuti trend.

Untuk meningkatkan pengalaman napi yang memproduksi batik setiap hari, maka juga bekerja sama dengan desainer yang memang mempunyai kepedulian terhadap batik lokal Sumenep. Tentunya, pengalaman tersebut menjadi modal untuk hidup normal kembali di lingkungan masyarakat.

“Ketika mereka pulang, bisa langsung merintis usaha. Setidaknya kami di sini sudah berupaya memberikan  bekal positif  agar hidup mantan napi lebih mandiri dan lebih bermanfaat,” pungkasnya. (ara/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *