Siapkan Pelatihan Wirausaha di Bidang Pertanian Kabupaten Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) INOVASI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi terus memperjuangkan masa depan pertanian melalui penerapan wirausaha.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Di tengah berkurangnya petani aktif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memiliki cara tersendiri untuk mempertahankan para petani aktif dan inovatif.  Salah satunya, memprogramkan pelatihan wirausaha milenial di bidang pertanian. Hal ini diungkapkan  Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, program itu sudah berjalan dan akan terus dikembangkan demi mengelola lahan pertanian dengan baik. Sekaligus mengajak kalangan pemuda di daerah yang identik dengan slogan kota keris untuk tidak malu menjadi petani. “Pelatihan wirausaha milenial di bidang pertanian bagi petani milenial itu, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani,” ujarnya.

Selain itu, tujuan program wirausaha pertanian juga untuk pengembangan usaha hasil pertanian melalui akses kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan, hingga optimalisasi kegiatan agribisnis. “Sementara untuk tahun ini, kami ikutkan beberapa pelatihan pisang cavendish dan itu sudah berjalan hingga penanaman pisang,” ucapnya.

Lebih jauh politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memaparkan, akan mencoba bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memberdayakan hasil pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang dilatih untuk langsung menerapkan di pertanian pisang. “Jadi langsung pada praktik ke lapangan melalui penanaman pisang itu. Sekaligus menjaga petani milenial supaya tidak terus tergerus,” paparnya.

Pihaknya menegaskan, untuk tahun depan berencana memberikan bantuan kepada SDM yang sudah ikut pelatihan setelah sebelumnya membuat kelompok. Di sisi lain, Pemkab Sumenep juga akan terus memberikan pendampingan terhadap penyuluh pertanian. Sebab penyuluh menjadi salah satu ujung tombak untuk menyambungkan antara pemerintah dengan petani.

“Perhatian kami terhadap petani dan pertanian akan dimaksimalkan. Kami ini hidup dari petani, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memikirkan petani. Dari program untuk petani dan pertanian, juga sambil lalu kami dampingi penyuluh dan konsultan pertanian,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep Arif Firmanto mengaku, sejauh ini dalam meningkatkan minat petani hanya memaksimalkan program dari Pemerintah Pusat. Tahun ini, dari program pusat setidaknya Rp300 juta untuk peningkatan usaha petani.

“Kami ada program Kelompok Usaha Bersama (KUB), bukan petani muda namun petani milenial kami menyebutnya,” responnya.

Sedangkan untuk tahun ini, menyediakan anggaran belanja urusan pemerintahan bidang pertanian kurang lebih sebesar Rp62 miliar. Dana itu akan digunakan untuk program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, program pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, program perizinan usaha pertanian dan program penyuluhan pertanian.

Penggunaan Dana Rp62 Miliar

  • Program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian
  • Program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian
  • Program pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner
  • Program perizinan usaha pertanian
  • program penyuluhan pertanian.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *