Sidak Kepulauan, Legislator Sumenep Temukan Proyek Labrak Spek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/M.Ramzi for Kabar Madura) BERSIH-BERSIH: Anggota Komisi III DPRD Sumenep menemukan satu proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi saat sidak di Kepulauan Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Sesuai menginspeksi infrastruktur di kepulauan, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Daearah (DPRD) Sumenep akan segera mengevaluasi hasil inspeksi tersebut. Sebab, mereka menemukan satu proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, hasil sidak itu menemukan masalah pada pembangunan rumah sakit Abuya di Arjasa. Dalam pelaksanaannya, diduga beton yang berasal dari pasir lokal.

Bacaan Lainnya

“Hasil temuan masih akan dilakukan rapat evaluasi, insyaallah satu minggu lagi akan dilakukan pemanggilan dari semua pihak,” katanya, Minggu (19/9/2021).

Pihak yang akan dipanggil antara lain konsultan pengawas, konsultan pelaksana, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Semua akan dihadirkan untuk mengurai penyebabnya.

Diketahui, sidak tersebut dilakukan di bebarapa tempat, diantaranya, proyek tambat labuh di Desa Sapangkur Kecamatan Sapeken, pembangunan rumah sakit Abuya di Arjasa, jalan Angon-Angon–Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sawah Sumur–Pajenassem Kangayan, Torjek–Jembatan Daandung, Kangayan.

Pada proyek pengerjaan jalan, pekerjaannya juga ada indikasi campuran material kurang sempurna. Material abu batu diduga kurang dan tidak sesuai spesifikasi, karena kandungan lumpur tinggi, sehingga tidak bisa merekat sempurna dengan aspal dan rawan mengelupas.

Proyek Peningkatan jalan saat ini sudah hampir selesai, sedangkan pada proyek tambat labuh juga tidak temukan celah.

“Hasil sidak akan ditindaklanjuti dengan serius,” ujar Ramzi.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, semua proyek di kepulauan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun yang terancam labrak deadline adalah proyek peningkatan jalan Angon-Angon–Pajanangger di Kecamata Arjasa pulau Kangayan. Sebab, baru dikerjakan.

“Kami akan ikut evaluasi apa yang menjadi kejanggalan kami, dan kami akan bersedia untuk dievaluasi,” ucap Adi.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *