Sidak RSUD SMart, Legislatif Pastikan Pelayanan Pasien Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SIDAK:  DPRD Pamekasan meminta pihak RSUD SMart meningkatkan pelayanan kepada pasien Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Dr.H. Slamet Martodirdjo (SMart). Tujuannya untuk memastikan layanan kepada pasien yang terinfeksi Covid-19 berjalan sesuai dengan regulasi.

Sementara itu, jumlah kasus selama sepekan terakhir sudah melandai. Namun, untuk sejumlah bed occupancy rate (BOR)  atau tempat tidurnya pada masa lonjakan Covid-19 sangat sangat terbatas, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti sebanyak 7 anggota DPRD itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Moh. Sahur dan diterima oleh wakil direktur (wadir). Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 jam di ruang pertemuan RSUD SMart.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Moh. Sahur, pasien yang terinfeksi Covid-19 secara umum bisa tertangani dengan fasilitas yang memadai. Mulai dari jumlah BOR, obat-obatan khusus pasien Covid-19, dan ketersediaan oksigen yang mampu diproduksi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pasien di RSUD SMart.

“Untuk memastikan layanan kepada yang terpapar Covid-19 bisa maksimal, kami meminta secara terperinci laporan ruang isolasinya. Alhamdulillah dari trend minggu mulai menurun,” paparnya, Kamis, (28/7/2021).

Bahkan berdasar informasi yang diserapnya, jika trend dari pasien Covid-19  terus menurun untuk tenda darurat di area RSUD Smart akan dibongkar.

“Keluhan dari masyarakat yang sangat emergency sudah berkurang. Untuk catatan merahnya insya Allah tidak ada, karena dari sisi obat sudah terpenuhi, oksigen sudah terpenuhi, kami hanya mendukung agar bisa meningkatkan pelayanan,” urainya.

Sementara itu, Wadir RSUD Smart Wadir Medik RSUD Smart Pamekasan dr Mazhar mengungkapkan, pada masa lonjakan Covid-19 beberapa waktu lalu, untuk ketersediaan BOR sangat terbatas. Sehingga menurutnya, hal tersebut menjadi problem yang sangat mendasar, namun pada saat ini dari sejumlah 91 BOR yang tersedia, 11 bor sudah terpakai.

“Dari data kunjungan dalam satu minggu ini, mulai ada penurunan. Jumlah BOR ada 91, yang terisi ada 80,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *