oleh

Sidang 603 Perkara, Kajari Pamekasan Ungkap Keprihatinan Pertumbuhan Kasus Narkoba

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sejak diterapkannya sidang jarak jauh atau online melalui sarana video comference, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan selaku jaksa penuntut umum (JPU), telah melakukan persidangan pada 603 perkara. Ironisnya, kasus narkoba masih mendominasi perkara sidang di masa wabah Covid-19.

Kepala Kejari Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, sejak dierapkan sidang online pada 30 Maret 2020 hingga 9 Juli 2020 kemarin, pihaknya selaku JPU sudah melakukan persidangan terhadap 603 perkara tindak pidana umum.

Pihaknya mengungkapkan, sejauh ini belum ada kendala atau hambatan yang dihadapi dalam penerapan sidang melalui video comference (vidcom) di lapangan. Persidangan secara vidcom ini terlaksana dengan baik atas kolaborasi antara Pengadilan Negeri Pamekasan, Kejari dan Lapas Pamekasan.

Keprihatinan mendalam disampaikan oleh pria asal Aceh tersebut. Pasalnya, di tengah wabah Covid-19 ini, kasus narkoba masih mendominasi sidang perkara tersebut. Berdasarkan catatannya, lebih dari 40% perkara yang disidang merupakan kasus narkoba. Hal itu menandakan jika pelanggaran penyalahgunaan barang haram di masa wabah Covid-19 masih tinggi.

““Narkoba masih paling dominan, pencurian dan beberapa perkara lainnya yang disidangkan,” sesalnya, Senin (13/7/2020).

Pria asal dari Banda Aceh itu menyampaikan, dalam upaya menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba di Pamekasan, semua elemen, mulai dari pemerintah dan masyarkat harus terlibat aktif dalam mengawasi peredaran barang haram tersebut.

Dirinya juga meminta, masyarakat tidak mudah terbujuk ketika ada seseorang yang hendak mengajak untuk menkonsumsi barang haram tersebut.

“Masyarakat juga harus terlibat aktif menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selama wabah Covid-19, Kejari Pamekasan bersama PN, Lapas dan Polres Pamekasan, melakukan sidang jarak jauh melalui video comference. Hal itu bertujuan untuk tidak mengurangi asas penegakkan hukum, serta tetap berupaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di wilayah hukum Pamekasan. (rul/pin)

 

 

Komentar

News Feed