oleh

Sidang Mantan Kades Dasuk Terus Terhambat

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pamekasan, Mohamad Arifin

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Sidang kasus penyelewengan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Desa Dasok, Kecamatan Pademawu bakal terhambat. Masalah serius datang jelang pembacaan putusan, yakni pada agenda sidang jawaban pledoi dari jaksa penuntut umum (JPU), karena terdakwa dimungkinkan belum bisa dihadirkan.

Sebagaimana diketahui, mantan Kepala Desa (Kades) Dasuk Agus Mulyadi yang merupakan terdakwa dalam kasus tersebut, mulai mangkir setelah sidang pembacaan tuntutan yang digelar Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya pada Desember lalu.

Usai tuntutan itu, terdakwa mulai rajin mangkir dari persidangan dengan alasan sakit. Saat pembacaan tuntutan, terdakwa Agus dituntut 2 tahun penjara, setelah didakwa menyelewengkan anggaran dalam proyek yang dibiayai melalui program dana desa tahun 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan (Kajari) Pamekasan melalui Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Mohamad Arifin membenarkan, pascasidang terakhir pada Desember 2018 lalu, hingga kini, belum dihadiri terdakwa. Saat sidang jawaban pledoi JPU akan digelar lagi, terdakwa tetap mangkir, sehingga sidang lanjutan menjelang putusan itu selalu tertunda.

Kondisi kesehatan terdakwa yang diketahui memiliki riwayat penyakit cukup parah, menjadi penghambat diselenggarakannya sidang lanjutan tersebut. Pasalnya, pengajuan JPU agar sidang digelar secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa, ditolak majelis hakim. Dalam lanjutan sidang itu, majelis hakim mewajibkan terdakwa harus hadir di pengadilan.

“Kami meminta hakim (tidak menghadirkan terdakwa, red) tidak mau, terdakwa harus hadir langsung ke persidangan,” katanya, Senin (25/2).

Dijelaskan Arifin, sidang lanjutan kasus yang juga merembet ke kasus suap yang menyeret mantan Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i itu, dijadwalkan akan digelar kembali pada Senin (4/3) mendatang. Sebagaimana diketahui, saat itu bupati Syafii harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, dia telah menjalani masa hukumannya.

Arifin berharap, terdakwa tidak mangkir lagi dalam sidang tersebut. Sebab, pihaknya sudah memberi tenggat waktu istirahat lebih dari satu bulan kepada terdakwa. Terlebih, hasil pemeriksaan terakhir ke RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan, kondisi kesehatan terdakwa dilaporkan sudah berangsur membaik.

“Terakhir keterangan dokter jantung, jantung terdakwa sudah stabil, kami harap terdakwa bisa hadir ke persidangan,” terangnya.

Selain kasus DD 2017 yang berujung pada kasus suap, Agus juga terseret kasus penyelewengan DD tahun 2016. Pada saat itu, Agus selaku kepala Desa Dasok, merealisasikan sejumlah program di bawah spesifikasi yang bersumber dari DD.

Tercatat, ada empat pekerjaan program dengan menggunakan DD yang ditemukan tidak sesuai spesifikasi. Dari keempat program itu, ditemukan kelebihan dana sebesar Rp330 juta yang tidak terserap hingga 31 Desember 2016. Meski demikian, dalam laporan keuangan, tidak ada sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) DD Desa Dasok tahun 2016 tersebut.

Berdasarkan hasil audit dari BPKP Jawa Timur. Pada empat pekerjaan itu, ditemukan kerugian negara sebesar Rp330 juta pada tahun anggaran 2016, lantaran sejumlah pengerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Kemudian, Agus diberi rekomendasi untuk memperbaiki pengerjaan tersebut. Hasilnya, pada 2017 perbaikan dilakukan oleh Agus. Namun lagi-lagi, BPKP masih menemukan sisa anggaran sebesar Rp47 juta yang kemudian dijadikan bukti kerugian negara. (pin/waw)

Komentar

News Feed