Sidang Pemeriksaan Lapangan Sengketa Tanah di Pragaan, Pengacara Penggugat: Hasilnya Sama dengan Batas Gambar Tanah

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Warga Pragaan Daya, Pragaan Sumenep Achmad Rosyidi melalui Yayasan Universitas Madura Biro Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Madura (Unira) menggugat 10 warga desa setempat, tepatnya di Dusun Bulu. Sebab, mereka dinilai melawan hukum, karena menguasai tanah milik almarhum nenek moyangnya Rasik B Minadri.

Tanah sengketa itu dibuktikan dengan buku leter C Pragaan Daya, Pragaan Sumenep, dengan nomor Kohir 212 Persil 14A Kelas III, luas keseluruhan kurang lebih 870 m2, atas nama Rasik B Minadri. Akan tetapi yang menjadi objek sengketa, ialah seluas kurang lebih 200 m2. Proses sengketa tanah itu telah memasuki tahap pemeriksaan setempat.

Bacaan Lainnya

Dari Pengadilan Negeri (PN) Sumenep melakukan sidang tahap pemeriksaan setempat ke lokasi. Sidang itu dibuka di Balai Desa Pragaan Daya, baru dilanjutkan pemeriksaan ke tanah yang seluas 220m2, Jumat (24/9/2021). Sidang tersebut melibatkan hakim (PN Sumenep), principal dari kedua belah pihak beserta pengacara, dan kepala desa setempat beserta aparaturnya.

Dalam pantauan Kabarmadura.id, sidang tahap pemeriksaan setempat berjalan lancar tanpa adanya perekcokan dari kedua belah pihak. Namun, terdapat sebatas ketidaksamaan versi antara tergugat dan penggugat soal penguasaan berupa kandang. Tergugat atas nama Annam menjelaskan, itu dikuasai oleh Abdullah yang murapakan suaminya sendiri.

Kuasa hukum penggugat Achmad Rifa’i menyampaikan, hasil pemeriksaan setempat itu tidak ada perbedaan dengan batas-batas gambar tanah yang terjadi sengketa. Sehingga, dia menilai, kliennya sudah sesuai dengan isi yang ada dalam gugatan atau tengah berada di jalur yang benar.

“Hasil pemeriksaan setempat itu tidak ada perbedaan dengan batas gambar tanah sengketa, sehingga itu tidak bisa disalahkan khusus untuk lokasi jadi itu sudah benar yang diakui oleh pihak tergugat,” tegasnya kepada Kabarmadura.id.

Kendati demikian, kedua belah pihak masih menanti laporan resmi dari PN Sumenep terkait hasil sidang tahap pemeriksaan setempat.

Reporter: Taufiq Hidayat
Redaktur:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *