oleh

Sidang Perdana Kasus Dugaan Human Trafficking Disangsikan Terdakwa

Kabarmadura.id/Sampang-Tersangka kasus dugaan perdagangan manusia (human trafficking) atas nama Rusmiyati, warga Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Agenda sidang perdana yang digelar Rabu (15/1/2020) kemarin itu, mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Anton Zulkarnaen mengungkapkan, pada pembacaan dakwaan kali ini, terdakwa tidak mengajukan eksepsi, tetapi terdakwa merasa keberatan terkait dokumen keterangan saksi-saksi.

Kata Anton, Rusmiyati didakwa dengan beberapa dakwaan, yakni terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (TPPO dan PPMI), terdakwa bekerjasama dengan seseorang di Malaysia dan diduga merekrut beberapa orang untuk dipekerjakan di Malaysia dengan iming-iming gaji besar, tapi tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Para korban ini dari Batam naik perahu untuk nyebrang ke Malaysia menjadi TKI ilegal, berdasarkan keterangan saksi, terdakwa ini mendapat upah Rp3 juta per orang yang direkrut,” terangnya.

Anton mengungkapkan, untuk sementara ini, ada empat korban yang berangkat ke Malaysia, di antaranya, ada pasangan suami istri. Ironisnya, sang istri masih tertahan di Malaysia, bahkan menurutnya, kondisi yang bersangkutan belum diketahui seperti apa. Sementara si suami nekat lari ke KBRI dan pulang.

“Kami akan buktikan dulu dalam sidang nanti, karena sejauh yang saya ketahui, kasus ini masih yang pertama kali di Sampang,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Penasehat Hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) PN Sampang Arman Syaputra mengatakan, setelah mendengarkan dakwaan, pihaknya mengatakan, bahwa terdakwa masih keberatan terhadap isi dakwaannya. Namun keberatan terdakwa bersifat substansi dalam pokok perkara.

“Keberatan dari terdakwa ini, tidak dalam rangka untuk eksepsi. Hanya saja terdakwa keberatan dari isi saksi yang terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan faktanya. Makanya, nanti di sidang selanjutnya, akan kami konfrontasi pengakuan sesuai dengan dakwaan tadi,” bebernya. (sub/pin)

Komentar

News Feed