oleh

Sidang Putusan Dua Terdakwa Kasus SMPN 2 Ditunda

Kabarmadura.id/Sampang-Agenda sidang putusan untuk dua orang terdakwa AR dan JR, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 2 Ketapang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya. Padahal sebelumnya sudah dijadwalkan pada Jum’at (7/2/2020) kemarin, namun sidang ditunda hingga dua pekan.

“Sidang putusan dua terdakwa AR dan JR ini masih ditunda tanggal (21/2/2020) mendatang, karena hakimnya tidak lengkap, hakimnya ada yang masih cuti,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang Munarwi, Senin (10/2/2020).

Dirinya menjelaskan, penundaan sidang putusan tersebut, merupakan wewenang dari majelis hakim PN Tipikor Surabaya, karena putusan belum selesai, mengingat masih ada hakim yang sedang cuti. Adapun pasal yang dijeratkan kepada dua terdakwa itu, yakni pasal 3 undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun.

“Dua orang terdakwa ini masing-masing dituntut satu tahun enam bulan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan, sesuai pasal 3 undang-undang (UU) Korupsi,” ungkapnya.

Lanjut dia, kasus dugaan korupsi SMPN 2 Ketapang tersebut, menyeret sebanyak tujuh orang. Llima orang diantaranya sudah divonis oleh PN Tipikor Surabaya, yakni terpidana Abd. Aziz selaku pemilik CV. Amor, terpidana Mastur Kiranda selaku peminjam CV. Amor Palapa, Noriman selaku pelaksan proyek, Didik Hariyanto dan Sofyan selaku konsultanpengawas.

“Untuk lima orang terpidana ini, sudah diputus dengan pidana penjara 1 tahun dan denda Rp50 juta, subsider 1 bulan. Sedangkan dua terdakwa AR dan JR yang merupakan PPK dan PPTK proyek SMPN 2 Ketapang masih menunggu sidang putusan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kuasa hukum terdakwa AR dan JR Arman Saputra menegaskan, kewenangan penundaan sidang itu ada di majelis hakim, karena sidang ini sudah putusan, mungkin hakim masih mempertihungkan belum selesai, maka ditunda hingga dua pekan, Itu sudah tergantung kesiapan majelis hakimnya.

“Kami masih menunggu putusannya, untuk langkah selanjutnya kami masih akan melihat putusannya dulu, dan konsultasi dengan terdakwa, sikap seperti apa nanti tergantung nanti saja,” singkatnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed