oleh

Simpan Pinjam Macet, BUMDes di Pamekasan Diduga Sengaja Dibuat Kolaps

Kabarmadura.id/Pamekasan-Keseriusan setiap desa untuk mengelola dana desa (DD) masih belum maksimal. Faktanya, Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan menemukan dua badan usaha milik desa (BUMDes) tidak optimal. Masing-masing BUMDes di Desa Polagan Kecamatan Galis dan BUMDes Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat (PPM) DPMD Pamekasan Anang Suheko mengatakan, untuk BUMDes Polagan bergerak di bidang simpan pinjam uang terhadap masyarakat. Unit usaha tersebut mendapatkan suntikan dana Rp25 juta dari DD setelah diinventerisir.

“Ternyata simpan pinjamnya macet, kemudian pengelolaanya tidak bisa maksimal dan akhirnya dibuat kolaps. Dan harus dipertanggungjawabkan di musdes, untuk jumlahnya kurang lebih Rp25 juta, macetnya memang di masyarakat,” ujarnya, Selasa (7/21/2020).

Sedangkan, BUMDes Polagan bergerak di bidang persewaan terop. Kendalanya masyarakat kurang kooperatif dalam pembayaran sewa terop tersebut. Indikasinya masyarakat berasumsi jika terop tersebut milik kades. Sehingga keoptimalan pengolaan BUMDes di bidang tersebut terhambat.

“Kami sudah mengiventarisir dua usaha BUMDes, karena problemnya berada pada kemangkelan (kebandelan, red) masyarakat yang kurang kooperatif dalam meminta layanan terhadap unit usaha yang dibuka. Kemarin kami turun ke bawah ternyata setelah klarifikasi, terop itu miliknya pak klebun, jadi uang sewanya enggak dibayar,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Anang dari pemberdayaan di bidang BUMDes diminta melakukan studi kelayakan terlebih dahulu untuk menghindari mandeknya usaha yang dijalankan. Sehingga tujuan utama untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) melalu BUMDes bisa terealisasi dengan baik.

“Ketika membuat unit usaha yang dijalankan, paling tidak membuat kelayakan usaha,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Komisi I DPRD Pamekasan, Juma’ah, meminta DPMD untuk terus berupaya memberikan dorongan positif agar usaha yang dikelola oleh desa melalui BUMDes bisa berjalan dengan baik. Bahkan mampu memberikan sumbangan terhadap PAD di setiap desa.

“Kami harapkan terus didorong pemerintah desa untuk melakukan  pengelolaan terhadap berbagai BUMDes yang ada di setiap desa,” responnya. (rul/ito/waw)

 

 

Komentar

News Feed