Sinergitas Dinsos dan Dispendukcapil Kabupaten Sampang Lemah, Terkait 47 Ribu Data BPNT Terhapus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KURANG ELOK: Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sampang, menilai kinerja Dinas Sosial (Dinsos) lemah, terkai 47 Ribu data BPNT terhapus.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tidak terdatanya 47 ribu penerima bantuan pangan non tunai (BPNT), lantaran belum melakukan pembaharuan data ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) cukup menuai sorotan dari Forum Mahasiswa Sampang (Formasa). Mereka menilai, etos kerja Dinas Sosial (Dinsos) lemah, Minggu (17/01/2021).

Ketua Umum Formasa, Arifin mengatakan  penerima BPNT merupakan golongan masyarakat miskin yang harus dilindungi oleh pemerintah. Menurutnya, terjadinya pemblokiran BPNT tidak hanya terjadi saat ini, akan tetapi tahun lalu juga terjadi. Namun, yang paling signifikan awal tahun 2021. Sehingga, dinilai instansi yang membidangi sosial lemah dalam melakukan pendataan. 

Sebab, masyarakat tidak mengetahui secara pasti mengenai pembaharuan data. Salah satu penyebabnya, sumber daya manusia (SDM) masih lemah. Seharusnya, dengan kejadian tahun sebelumnya Dinsos mencarikan solusi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Penghapusan itu dari tahun sebelumnya, dan ini sudah menunjukan bahwa Dinsos tidak memiliki etos kerja, padahal penerima BPNT merupakan golongan masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Dia menuturkan, di tengah adanya wabah Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Sehingga, satu-satunya yang diharapkan masyarakat berupa bantuan dari pemerintah. Terlebih, jika tercatat sebagai penerima BPNT, namun tidak bisa menerima lantaran pembaharuan data yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat. 

“Untuk menunggu hasil panen tidak memungkinkan, karena masyarakat masih baru menanam. Jadi dalam penghapusan tersebut, pemerintah harus segera menangani, karena yang menjadi korban adalah masyarakat. Tentu Dinsos tidak harus bekerja sendiri, mereka harus mampu berkomunikasi dengan kepala desa (kades) dan operator desa agar mereka turut aktif untuk mengupdate data penduduknya. Semisal ada pengumpulan data untuk para KPM BPNT untuk di update,” tuturnya. 

Kendati demikian, ia menyayangkan adanya operator desa sebagian besar tidak aktif. Sehingga, ia menduga semua desa di Kabupaten Sampang tidak memiliki data kependudukan yang valid. Seharusnya, kades memiliki arsip atau database penduduk. Dengan demikian, mereka bisa mengetahui bentuk perubahan data di masyarakat.

“Operator itu penentu posisi, untuk data tidak ada, buktinya selain tidak mengupdate data kependudukan, banyak sekali warga kurang mampu belum memiliki data kependudukan, dan tidak tercover bantuan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sampang, Ilzamuddin. Menurutnya, penghapusan BPNT lantaran updating seharusnya tidak terulang kembali. Sebab, sudah sejak awal tahun 2020 kemarin persoalan updating itu sudah menjadi permasalahan mendasar.

Bahkan, pihaknya sudah menekan Dinsos dan instansi terkait, termasuk Dispendukcapil agar permasalahan updating data yang menyebabkan terhapusnya BPNT segera diselesaikan. “Soal update data itu sudah pernah dibahas bersama DPRD, tapi sampai sekarang masih saja terjadi. Ini sangat disayangkan, karena banyak masyarakat miskin yang sangat membutuhkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial, Dinsos Kabupaten Sampang, M. Nashrun membenarkan penghapusan data BPNT terjadi dari tahun sebelumnya. Namun jumlahnya tidak banyak. Salah satu persoalannya,  tidak validnya data kependudukan dengan DTKS. 

Sehingga diharapkan, semua instansi pemerintah desa, atau Dispendukcapil ikut andil untuk mengupdate data kependudukan masyarakat. “Ia benar, itu dari tahun sebelumnya, dan sekarang ini proses perbaikan. Nanti, operator itu yang mengentri ke aplikasi SIKS-NG untuk jadi penerima BPNT lagi,” responnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *