Sisi Lain Kegiatan untuk Tahanan Polres Bangkalan

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) PENYEJUK: seorang Ustadz sedang memberikan ceramah kepada tahanan Polres Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Sebaik-baiknya manusia adalah kembali ke jalan yang benar. Yakni jalan menuju Tuhannya. Pagi itu, Kamis (23/1) cuaca sedikit mendung. Terlihat para tahanan yang berada di Polres Bangkalan sudah mempersiapkan diri. Tepat pukul 08.00 pagi, mereka keluar dari kamar tahanan yang sempit menuju aula di ruang tahanan. Disana ada seorang lelaki berkupluk yang sudah menunggu.

FA’IN NADOFATUL M, BANGKALAN

Lelaki tersebut adalah Ustad Al Manul Huda. Dengan memakai baju orange, para tahanan berjajar rapi dan duduk secara tertib. Sang ustad mulai bercerita mengenai isi Al-quran. Dengan khidmat, para tahanan mendengarkan sang ustad berceramah. Adanya ceramah tersebut, diharapkan mampu memberikan siraman rohani dan pembinaan mental terhadap para tahanan. Kegiatan ini sendiri di ikuti oleh 71 tahanan Polres Bangkalan.

Selain itu, siraman rohani ini diberikan supaya para tahanan segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Dengan adanya Ilmu-ilmu agama yang diselipkan kepada para tahanan ini. Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Bangkalan AKP Buhrudin mengatakan, dengan ilmu-ilmu agama itu para tahanan untuk dapat menyesali perbuatannya.

“Apa yang mereka lakukan ini dapat merugikan masyarakat dan salah. Agar mereka sadar dan cepat kembali ke jalan Allah,” ujarnya usai mendampingi kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal), Kamis (23/1).

Menurutnya, bimbingan ini akan dilakukannya terus menerus dalam satu minggu sekali setiap hari Kamis. Jika dilakukan terus menerus, AKP Bahrudin menyampaikan, agar kesadaran para tahanan ini untuk lebih religius. Dengan begitu, tindakan kriminal akan lebih diminimalisir. Mengingat, di Bangkalan tindak kriminal cukup tinggi.

“Kalau terus meneruskan para tahanan bisa tersadar akan perbuatan. Apalagi tahanan didominasi oleh pemakai narkoba,” paparnya.

Ustad yang mengisi tausiyah sendiri, menurut Polres Bangkalan didatangkan dari Surabaya langsung dan beberapa pondok pesantren dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Banyak tausiyah ustad Al Manal Huda berikan. Baik sisi keagamaam maupun sisi sosial.

Terlihat, banyak para tahanan menundukkan kepalanya dan tak sedikit juga mereka menitihkan air mata. Seperti menyesali semua perbuatan yang telah dilakukan mereka hingga harus mendekam di dinginnya jeruji besi Polres Bangkalan.

Akibat barang haram, mereka harus meninggalkan istri, anak dan keluarga. AKB Bahrudin sendiri berharap agar setelah mereka keluar dari tahanan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan lebih taat beribadah.

“Setelah keluar jangan sampai kembali kesini, taat beribadah kepada Allah dan kembali ke jalan yang benar,” pesannya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *