oleh

Siskudes I Belum Maksimal, Muncul Siskudes II

KM/IST-TRANSPARANSI: pemberlakuan sistem keuangan desa (Siskudes) untuk desa diharapkan dapat meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD).

Kabarmadura.id/SUMENEP – Sistem keuangan desa (Siskudes) diberlakukan untuk menjaga transparansi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (Desa). Di tengah masih kurang maksimalnya penggunaan Siskudes, saat ini pemerintah akan memberlakukan Siskudes II.

Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumenep, R Idris. Idris mengungkapkan, masih banyak ditemui aparat desa yang masih belum lancar dalam menggunakan sistem tersebut. Menurutnya hal itu dikarenakan sumber daya manusia (SDM) di desa masih kurang mumpuni.

“Sekarang teman-teman ada yang masih turun ke lapangan (melakukan bimtek, red.). Yang jelas, dari tahun ke tahun sudah ada peningkatan dalam pelaksanaan ADD dan DD, ditandai dengan transparansinya sudah semakin meningkat,” ungkap Idris saat ditemui di Kantornya, Jum’at (1/3).

Dalam melakukan evaluasi mengenai ADD dan DD, ada beberapa hal yang menjadi perhatian inspektorat, yaitu SDM desa, kualitas program yang dilakukan oleh desa, dan teknis penyelenggaran program serta administrasinya. Dalam teknis pelaksanaan program, terkadang dari pihak desa ada kelebihan bayar.

Berdasarkan berbagai hal yang harus dievaluasi tersebut, inspektorat berharap pendamping desa atau stakeholder terkait bisa lebih maksimal dalam memberikan masukan, arahan, dan pendampingan dalam menjalankan program bagi desa. Dalam hal ini, inspektorat sendiri mengaku siap dalam memberikan bimbingan atau sekadar konsultasi terkait desa.

“Permasalahan itu setiap tahun terjadi karena sebelumnya desa tidak pernah mengelola dana besar. Tetapi saat ini sudah ada kemajuan,” tambah Idris.

Lebih jauh, Idris berharap agar ada koordinasi antardesa di kecamatan, agar bisa konsultasi satu sama lain, saling berbagi pengalaman, serta bahu membahu dalam membangun desa.

“Ada desa yang lebih bagus dari desa yang lainnya. Itu bisa dijadikan motivasi. Mungkin perlu diadakan studi banding,” pungkasnya. (km44/pai)

Komentar

News Feed