Sistem Layanan Umum Daerah Masih Belum Terwujud

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI - SANTAI: Warga menunggu pelayanan di Puskesmas Teja Jalan Raya Teja Kabupaten Pamekasan 

Sejumlah Puskesmas Masih Alami Kekurangan SDM dan Fasilitas

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pengelolaan puskesmas dengan sistem badan layanan umum daerah (BLUD) masih ngambang. Kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pendukung, termasuk pengelolaan keuangan yang masih belum memenuhi standarisasi minimal.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Farid Anwar menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan terhadap 10 puskesmas yang akan dibentuk BLUD, termasuk persiapan laporan puskesmas, kemudian laporan pokok, standar layanan minimal, dan persyaratan lainnya yang masih membutuhkan pendampingan secara maksimal.

“Pengelolaannya sama seperti biasa, bedanya terkait fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan,” katanya, Kamis (4/7)

Farid mengutarakan, dalam melakukan kegiatan pelayanan, sistem BLUD didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas sebagaimana tertuang dalam permendagri nomor 61 Tahun 2007. Tujuan, pemberian layanan umum secara lebih efektif dan efisien sejalan dengan praktek bisnis yang sehat.

“Pengelolaannya dilakukan berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh kepala daerah,” paparnya. 

Pria yang juga menjabat Direktur RSUD H. Slamet Martodirjo Pamekasan itu menyebut, ada 10 puskesmas yang diajukan untuk dijadikan BLUD, masing-masing Puskesmas Kowel, Puskesmas Tlanakan, Puskesmas Bulangan Haji, Puskesmas Galis, Puskesmas Teja, Puskesmas Larangan, Puskesmas Panaguan, dan Puksesmas Pademawu. Puskesmas Batu Marmar, dan Puskesmas Bandaran.

Sementara 10 puskesmas lainnya, seperti Puskesmas Waru, Puskesmas Prpopo, Puskesmas Sopaah, Puskesmas Pakong, Puskesmas Tampojung Pregi, Puskesmas Kadur, Puskesmas Talang, Puskesmas Pasean, Puskesmas Pegantenan, dan Puskesmas Palengaan, akan diupayakan untuk jadi BLUD.

Farid menyebut ada tiga syarat yang harus dipenuhi puskesmas untuk menjadi BLUD, ketiga syarat itu yakni, syarat subtantif, teknis, dan administratif. Jika tiga syarat itu terpenuhi, maka diyakini masuk dalam kategori BLUD.

“Dari 20 puskesmas hanya 10 yang dijadikan BLUD, yang lainnya menyusul nantinya ketika memenuhi persyaratan ,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Teja Pamekasan Nanang menyampaikan, pengajuan itu dalam rangka memberikan fleksibilitas kepada pihak puskesmas di dalam tata kelola. Utamanya dalam kata kelola keuangan. Menurutnya, semua persiapan masih dalam taraf persiapan untuk dilakukan pendampingan.

 “Semoga Puskesmas Teja mendapatkan nilai yang bagus, sehingga bisa masuk dalam kategori BLUD,” pungkasya. (km45/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *