Siswa dan Guru Belum Siap, Program SKS Batal Diterapkan di Bangkalan

  • Whatsapp
FOTO: KM/HELMI YAHYA) SMKN 1 KAMAL: Sistem SKS batal diterapkan lantaran nihil pengajuan dan sekolah tetap gunakan sistem regular. Selain itu, peminat dari peserta didik sedikit.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Program sistem kredit semester (SKS) batal diterapkan. Sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Bangkalan tidak ada yang siap. Sehingga tidak ada satu pun yang menerapkannya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan Sunarto tidak menampik hal itu. Nihil pengajuan dan sekolah tetap gunakan sistem regular. Selain itu, peminat bagi peserta didik tidak begitu banyak.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya ditawarkan dulu sekolah yang ingin menerapkan program tersebut. Sampai kami tawarkan langsung tidak ada yang berkenan” ucapnya.

Bakal menambah jam belajar, diperkirakan jadi alasan peserta didik enggan mengikuti SKS, termasuk tenaga pendidik.

Pengelolaan waktu belajar dalam SKS, kata Sunarto, sejatinya lebih fleksibel. Beban belajar ini terdiri dari kegiatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri.

Peserta didik yang mengikuti program ini bisa lulus kurang dari tiga tahun. Lulus lebih cepat dari umumnya. Sehingga menurutnya, siswa lebih baik mengikuti program SKS.

”Memang butuh jam belajar yang ekstra,” ulasnya.

Sedangkan salah satu kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bangkalan Abdur Rahman mengaku sudah mencoba merapatkan kebijakan program tersebut dengan komite dan tenaga pendidik. Tetapi kendalanya memang masih jam pelajaran.

“Kami sudah mencoba, tapi memang tidak mendapatkan jalan dari komite,” pungkasnya. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *