Siswa Wajib Vaksin Jadi Syarat Pelaksanaan PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIVAKSIN- prosesi vaksinasi hanya diikuti segelintir siswa.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-  Siswa tingkat Sekolah Menengah Akhir (SMA) di Sumenep terancam tidak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) jika belum melakukan vaksin anti Covid-19. Hal tersebut, disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Sumenep, Syamsul Arifin.

Kewajiban menjalani vaksin anti Covid-19 tersebut, jelas Syamsul berlaku untuk seluruh siswa usia 13 tahun keatas. Namun, hingga kini, ribuan siswa di Sumenep yang berusia diatas 13 tahun masih tergolong sangat sedikit yang menjalani vaksin.

Bacaan Lainnya

“Ternyata banyak orang tua yang termakan hoaks sehingga tidak mengizinkan anaknya divaksin anti covid-19,” ungkap Syamsul.

Hingga kini, proses vaksinasi untuk remaja usia  13 tahun keatas, belum berjalan maksimal. Cabdin Jatim Wilayah Sumenep menginisiasi melakukan vaksinasi melalui lembaga pendidikan. Terdapat tiga sekolah yang sudah melakukan vaksinasi dengan jumlah masing-masing 150 siswa.

Meski mulai banyak permintaan untuk melakukan vaksinasi di sekolah-sekolah, Syamsul menguraikan bahwa proses vaksinasi remaja dan siswa dilaksanakan secara bertahap, karena terbatasnya petugas vaksinator.

“Sampai seluruh siswa tervaksin semua. Namun jika tetap tidak mau maka tidak memenuhi syarat mengikuti PTM nantinya,” tegas Syamsul.

Sejauh ini, Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep mengklaim bahwa proses vaksinasi untuk guru dan karyawan sekolah sudah 100 persen divaksin. Penekanan pelaksanaan PTM harus sudah selesai vaksin tersebut, jelas Syamsul semata-mata demi keamanan seluruh siswa dan guru

Sementara Kepala Sekolah SMK 1 Sumenep, Zainul Sahari, membenarkan, bahwa dari kurang 1500 siswa hanya sekitar 104 siswa yang siap mengikuti vaksin.

“Kami sosialisasinya melalui wali kelas masing-masing, karena mereka juga akrab dengan orangtua siswa. Namun mungkin karena orang tua khawatir maka tidak sampai 10 persen yang bersedia divaksin,” papar dia.

MH, inisial salah satu keluarga siswa SMAN 1 Sumenep menguraikan, kurangnya minat siswa menjalani vaksin anti covid tersebut, karena pihak sekolah masih kurang inten mensosialisasikan. Sekolah seharusnya menyampaikan jika tidak siap vaksin harus membuat keterangan.

“Hanya beredar di grup WA bahwa gak papa tidak divaksin, ya saya perintahkan adik saya agar tidak ikut vaksinasi,” terangnya. (ara/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *