oleh

Situng KPU, Suara Sekampung Dikuasai Satu Parpol

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Berdasarkan hasil Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU),ada salah satu partai politik (parpol) yang suaranya menguasai satu desadi Kecamatan Labang, Bangkalan. Suara itu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk pemlihan anggota legislatif (pileg) tingkat DPRD kabupaten.

Menurut pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim, hal tersebut merupakan fenomena unik. Namun menurutnya, fenomena seperti itu sering terjadi di Bangkalan dan Sampang. Hal tersebut bisa dipahami, katanya, karena faktor patron yang kuat dan fanatisme pemilih tradisional dari pemilu ke pemilu yang kuat pada partai berbasis agama.

“Wow, 1 parpol menguasai  1 desa. Itu fenomena langka. Selain fanatisme pemilih tradisional kepada partai berbasis agama, bisa karena alasan pragmatis ekonomis. Apa manfaat yang diberi dari caleg yang jadi pertarungan,” ungkap lelaki yang kerap disapa Rokim ini.

Dari faktor-faktor tersebut, dosen pengajar Ilmu Komunikasi Politik ini menuturkan, bahwa patron tokoh masyarakat (tomas) maupun tokoh pemerintahan, seperti kepala desa (klebun) dan tomas lokal, memungkinkan hal itu bisa terpusat karena kuatnya faktor mobilisasi.

“Memang itu gak lazim ya, tapi kombinasi faktor tadi membuat pilihan menjadi seragam,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Bangkalan Abd. Latif Amin Imron mengatakan untuk menunggu hasil resmi dari KPU saja.

“Untuk perolehan suaranya kita tunggu saja hasil rekapitulasi resmi dari KPU,” kata pria yang juga menjabat sebagai bupati Bangkalan itu.

Sedangkan Koordinator Divisi Sengketa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan Buyung Pambudi mengatakan, dirinya tidak bisa mengomentari hasil situng KPU itu. Menurutnya,lembaganya hanya mengawasi jalannya pemilu, semua pengawasan dituangkan dalam form A. Jika ada pelanggaran, basisnya adalah temuan atau laporan.

“Sepanjang tidak ada laporan, tidak ada temuan maka ya kita tidak masalah. Sebab kami tidak berwenang dalam aplikasi situng apakah itu sudah benar atau memang salah memasukkan data C1-nya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, hasil perhitungan sementara melalui aplikasi situng KPU di Desa Bringen Kecamatan Labang, dari 16 parpol, hanya tiga yang memperoleh suara, yakni Partai Berkarya 17 suara, PPP 939 suara dan Partai Hanura 17 suara, sisanya nol. Input data TPS di aplikasi tersebut mencapai 45,5 persen.(ina/waw)

 

KPU Tidak Pantau Inputan Situng

TIDAK TERISI: Pantauan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019 di Kabupaten Sampang masih nol besar.

SAMPANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang sampai hari ini belum menyetor hasil perolehan suara ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019.

Khususnya untuk perolehan suara pemilihan legislatif kabupaten, provinsi dan pusat,hingga kini masih diangka nol persen. Hanya perolehan suara pemilihan presiden (pilpres) yang mencapai 15,3 persen.

Hal itu menimbulkan tanda tanya dari sejumlah pihak, salah satunya Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (JakaJatim) Koorda SampangSidik. Menurutnya, kinerja petugas Situng yang sebelumnya telah direkrut, meragukan. Tercatat ada 25 petugas yang direkrut, dibantu petugas internal, namun nyatanya hingga saat ini tidak ada data yang terinput.

“Ada apa sebenarnya ini, saat masyarakat ingin mengetahui perolehan suara melalui web resmi KPU, Sampang masih nol besar, padahal puluhan petugas situng mulai bekerja sejak tanggal 17 April kemarin,” katanya.

Sidik mencurigai, petugas Situng hanya diada-adakan dan menghabiskan gaji buta dengan tanpa kerja.Pihaknya juga meminta agar KPU Sampang segera mempublikasikan hasil pemungutan suara yang telah dilakukan melalui form C1 itu. Dengan begitu, masyarakat bisa mengatahui perolehan suara dari pihak pertama penyelenggara pemilu, yakni KPPS.

“Maka jangan salahkan masyarakat jika berfikir negatif, ada apa sebenarnya ini, kemana petugas Situng yang digaji oleh KPU,” tanyannya.

Tak hanya itu, dugaan kongkalikong peroleham suara menjadi bumbu penyedap alasan tidak terinputnya data ke Situng tersebut.Hal tersebut diperkuat adanya sejumlah praktek jual beli dan peralihan suara dari partai A kepartai B yang kini sedang diproses oleh pihak terkait.

“Jangan-jangan ini ada yang mengkomando untuk memang tidak menginput data ke Situng, kami harap KPU setempat mengembalikan kepercayaan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Sampang Addy Imansyahmengatakan bahwa belum mengetahui kondisi tersebut, bahkan pihaknya mengaku masih akan mengkroscek kebenaran informasi input Situng yang masih nol besar tersebut.

“Saya belum mengetahuinya, yang saya tahu Situng yang dilakukan oleh petugas sudah mencapai 50 persen, saya lihat dulu,” singkatnya.(awe/waw)

KPU Sumenep Berdalih Kendala Teknis

PEMILU: Proses rekapitulasi surat suara Pemilu 2019 di Sumenep.

SUMENEP-Berdasarkan Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU), entri data daya yang masuk dari Sumenep masih rendah.

Per hari Kamis (2/5), untuk pemiluhan legislatif (pileg) tingkat dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sumenep masih 0,5 persen, DPRD Provinsi Jawa Timur 0 persen, DPR RI 0,6 persen, pemilihan presiden (pilpres) 19, 8 persen, dan dewan perwakilan daerah (DPD) 0 persen.

Komisioner KPU Malik Musthafa mengungkapkan, rendahnya data entri di Situng tersebut karena ada beberapa kendala teknis. Namun menurutnya, hal itu biasa dalam bidang informasi dan teknologi (IT), terkadang ketika pihaknya mengunggah data, tiba-tiba tersendat.

“Kadang ngirimnya tidak lancar, kalau servernya gak mungkin lah, ya biasa lah. Ya itu memang, sesudah di entri dan di scan, ketika diverifikasi ada yang salah.  Itu ada tahap scan entri, verifikasi, baru masuk ke webnya KPU. Kalau sudah terverifikasi, itulah yang masuk,” ungkap Malik saat dihubungi, Kamis (2/5).

Malik mengaku telah bekerja dengan semaksimal mungkin, apabila terdapat kesalahan maka akan langsung diperbaiki, sehingga data yang masuk ke aplikasi Situng benar-benar valid sesuai C1.

Lebih rinci, data dari Sumenep  yang masuk Situng adalah 855 dari 4.319 tempat pemungutan suara (TPS) untuk pilpres,  adapun untuk DPR Pusat hanya dua kecamatan yang masuk dari 27 kecamatan, itupun persentasinya rendah, Batang-Batang 9,9 persan dan Batu Putih 3,4 persen. Lainnya kosong semua. (mad/waw)

 

Komentar

News Feed