oleh

SK Kenaikan Honor K-II Tak Kunjung Turun

Kabarmadura.id/SAMPANG – Janji Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menaikkan tunjangan  insentif tranportasi para guru non pegawai negeri sipil (Non-PNS), meliputi guru tidak tetap (GTT) dan tenaga honorer K-II masih buram. Sebab hingga saat ini rencana kenaikan honor tersebut belum ada kejelasan, bahkan surat keputusan (SK) penerima tak kunjung turun.

Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tanaga Pendidikan Hari Agustini berujar, dalam rangka turus meningkat kesejahtaraan para tenaga pendidik non- PNS di wilayah itu, Disdik menaikkan tunjangan insentif tranportasi dari Rp200 ribu menjadi Rp350 ribu. Kenaikan itu  dengan harapan bisa memaksimalkan kinerja.

Selain itu, para K-II dan GTT yang mengabdikan diri di semua lembaga tetap mendapatakan honor dari dana BOS, sehingga honor para guru itu bisa mencapai Rp600 ribu, karena honor yang diambilkan dari dana BOS itu, sekitar Rp200 sampai Rp300 ribu.

”Kami harap, penambahan insentif ini, bisa meningkatkan kesejahteraannya, setiap bulan K-II dan GTT ini bisa menerima honor Rp600 ribu, itu sudah lebih baik dari tahun sebelumnya,” Kata Hari Agustini kepada Kabar Madura.

Disinggung soal kejelasan pencairan kenaikan tunjangan insentif itu, Agustini mengaku belum memaparkan secara pasti. Sebab, saat ini SK tentang kenaikan insentif itu masih dalam proses.

“Kalau SK sudah turun pasti bisa dicairkan, sementara SK masih dalam proses” ucapnya.

Menanggapi hal tu, Sekretaris FHK-II Kabupaten Sampang Ahmad Hasan mengucapkan terima kasih kepada pemkab Sampang dalam kenaikan honor para guru non-PNS itu, kendati nominal kenaikannya tidak terlalu besar.

Kata Hasan, sejatinya pihaknya sudah mengajukan honor K-II minimal Rp500 ribu perbulan dari pemerintah daerah. Akan tetapi, permintaan itu tidak dipenuhi oleh pemkab Sampang, karena beralasan keterbatasan anggaran pendapatan belanjan daerah (APBD), Sehingga pihaknya terpaksa menerima seadanya yakni Rp350 ribu.

”Yang jelas, kami bersyukur adanya kenaikan honor ini. Namun sampai saat ini, kami belum menerima SK penerima kanaikan honoranya,”ucapnya.

Ia mejelaskan, para tenaga pendidik non-PNS yang mendapat kenaikan honor itu, hanya guru yang sudah memenuhi ketentuan batasan mengajar. Setiap guru K-II dan GTT minimal sudah mengajar paling sedikit 18 jam dalam satu pekannya.

”Biasanya pencairan honor ini dilakukan pertiwulan. Sayangnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda dan kejelasan, mengingat SKnya saja belum turun,”ungkapnya.

Dengan demikian, Hasan berjanji akan menindaklanjuti, jika dalam waktu dekat tak kunjung ada ada kejelasan, kemungkinan akhir bulan ini, pihaknya bersama K-II yang lain akan menanyakan terkait kejelasan dan kepastian jumlah guru non-PNS yang mendapat kenaikan honor tahun ini.

“Untuk saat ini, kami tetap sabar menunggu informasi dan kepastian dari pemerintah daerah, manakala tak kunjung ada kejelasan, yang jelas kami akan tindak lanjuti,”pungkasnya. (sub/mam)

Komentar

News Feed