SK Pensiun AR Dicabut, Jadi Tersangka Kasus Fee Proyek Disdik Sampang

  • Whatsapp
DIBATALKAN: BKPSDM Sampang mencabut SK pangkat pengabdian pejabat Disdik Sampang AR (inisial) karena jadi tersangka kasus fee pembangunan SDN 2 Banyuanyar Sampang.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Tersangka kasus fee proyek AR, sejatinya sudah megajukan pensiun. Bahkan, sudah mendapatkan surat keputusan SK pangkat pengabdian. Sayangnya, akibat terjerat kasus korupsi, pengajuan pensiun pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang itu dibatalkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang.

Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat mengatakan, Tersangka atas kasus fee pembangunan gedung SDN 2 Banyuanyar Sampang itu, akan pensiun terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2020 mendatang.

Alasan perlunya adanya pengajuan, karena enam bulan sebelum memasuki usia pensiu, para ASN golongan III D wajib mengajukan pensiun sebelum memasuki batas usia pensiun (BUP), karena masih diproses di BKN regional II Provinsi Jawa Timur.

Sementara untuk abdi negara golongan IV B, C, harus mengajukan pensiun satu tahun sebelum memasuki BPU, sebab masih harus diproses ke KemenPAN RB di Jakarta. Setiap ASN yang pensiun itu, mendapatkan SK pangkat pengabdian. Sayangnya, SK pengabdian AR itu dibatalkan, karena terjerat kasus hukum.

“AR ini sudah pensiun dan mendapat SK pengkat pengabdian, yakni dari golongan III D naik pangkat ke IV A, Namun karena yang bersangkutan masih terjerat kasus hukum, maka untuk sementara pangkat pengabdiannya dibatalkan,”ucap Arif Lukman Hidayat kepada Kabar Madura, Senin (29/7).

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menegaskan, ada syarat para abdi negara yang mengajukan pensiun, yaitu tidak dijatuhi hukuman. Maka selama proses penyidikan atas kasus hukum yang menjeratnya, biasanya dikeluarkan SK pemberhentian sementara dan SK pangkat pengabdian juga dibatalkan.

Sedangkan hak mendapatkan gaji pensiun AR, Yoyok mengaku belum bisa memastikan, masih melihat perkembangan proses hukum lebih lanjut hingga inkrah dan menunggu keputusan bupati, karena saat ini proses hukum sedang berjalan.

“Jika nanti AR ini terbukti dan diputuskan bersalah dalam kasus fee pembangunan gedung SDN 2 Banyuanyar ini, tentunya uang pensiunannya bisa dibatalkan,”jelasnya.

Untuk diketahui, tersangka AR ini menjabat sebagai Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang Sekolah Dasar (SD) di Disdik Sampang. AR ditangkap oleh Kejari Sampang bersama stafnya inisial MEW atas dugaan penarikan fee proyek pengerjaan RKB SDN 2 Banyuanyar yang total anggarannya senilai Rp1,4 miliar.

Kedua tersangka itu ditangkap di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, usai mendatangi kepsek SDN 2 Banyuanyar, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu 24 Juli 2019 beserta sejumlah barang bukti, salah satunya uang tunai Rp75 juta dan lainnya. (sub/waw)    

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *