SKB Empat Menteri Keluar, Disdikbud Akan Terapkan PTM Awal Februari

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PTM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan rencanakan PTM akan dibuka lagi

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan akan menerapkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah mewabahnya Covid-19, alasannya karena Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Kementerian telah keluar, yang menyepakati dibolehkannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, tentunya dengan berbagai kualifikasi yang mengedepankan pencegahan Covid-19.

Menurut Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, pelaksanaan PTM yang akan dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan dan diperkirakan akan dibuka bulan Februari mendatang. Hal itu sebagaimana yang telah disepakati di tataran pemerintah pusat agar pelaksanaan pendidikan berjalan kembali, kendatipun sebaran Covid-19 di Indonesia belum dinyatakan aman.

Bacaan Lainnya

“Adanya ketentuan baru, berupa SKB 4 menteri revisi ke III, adanya surat dari gubernur, dan edaran dari kemendikbud, maka diperlukan beberapa syarat untuk pelaksanaan PTM,” paparnya, Senin (25/1/2021).

Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian (Kabab) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pamekasan itu menjelaskan secara rinci bahwa pelaksanaan PTM harus memenuhi beberapa unsur, yakni adanya izin dari Satuan Tugas  (Satgas) Covid-19 Pamekasan, adanya izin dari Disdikbud Pamekasan, adanya kesepakatan komite sekolah, adanya izin orang tua, dan kemudian kesiapan sekolah dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana; karenanya, saat ini masih dilakukan langkah-langkah dan koordinasi dengan semua pihak, supaya bisa dilaksanakan PTM di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam ini.

“Perubahan aturan itu, sudah tidak mengenal zona merah, zona orange, dan zona kuning; semua zona sama. Kalau sebelumnya harus zona kuning atau orange, sekarang yang zona merah sudah boleh,” ulasnya.

Untuk pelaksanaan PTM di semua jenjang pendidikan, menurutnya, bisa saja tidak serentak, sebab yang menjadi acuan utamanya adalah  kesiapan masing-masing lembaga pendidikan.

“Secara teknis dipasrahkan kepada sekolah masing-masing, apakah nanti dibagi jam, atau dibagi hari, atau dibagi minggu; jadi tetap tatap muka mandiri terbatas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Moh. Sahur, menginginkan, pembukaan kembali PTM di berbagai jenjang pendidikan agar dilaksanakan sesuai  aturan yang ada, utamanya bisa terus mengedukasi masyarakat dalam memutus mata rantai sebaran Covid-19.

“Kami harapkan untuk pelaksanaannya harus dipersiapkan secara serius, supaya PTM-nya berjalan dengan lancar,” tukasnya. (rul/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *