Slamet: Bukan karena Saya, Ini Kerja Sama Tim 

  • Whatsapp
Pemain Madura United Slamet Nurcahyo

Kabarmadura.id-Dua pertandingan terakhir Madura United di Kompetisi Liga 1 seakan menjadi  pembuktian tuah Slamet Nurcahyo.  Hal  itu terjadi,  karena dalam dua pertandingan terakhir usai  Slamet Nurcahyo dimasukkan sebagai pemain pangganti, terdapat  perubahan pola serangan hingga mengubah kedudukan.

Aksi pertama dari tuah pemain yang kerap disapa SNC 10 tersebut terjadi pada saat Madura United menghadapi Kalteng Putra. Pada saat itu, Slamet Nurcahyo dimasukkan menggantikan Alfath Fathir. Secara mengejutkan hanya dalam jangka 4 menit saja, SNC dua kali membobol gawang Kalteng Putra sehingga membalikkan keadaan menjadi 2-1  setelah sebelumnya harus tertinggal 0-1.

Masuknya SNC 10 juga menjadi tuah saat Madura United menghadapi Borneo FC. Pada pertandingan tersebut,  usai dimasukkan sebagai pengganti, Madura United mampu menggebrak  dan tercatat dalam waktu 3 menit  mampu  menambah dua gol setelah sebelumnya tertinggal  0-2.

“Semua pemain  pastinya harus selalu mau dimainkan sejak menit pertama maupun saat pertandinagn sudah berjalan.  Dimasukkan  jelang pertandingan tinggal 1 menit juga sama-sama memiliki tanggungjawab, karena 1 menit sangat penting untuk mengubah kedudukan,” ungkap Slamet Nurcahyo.

Setiap pertandingan di Liga 1, masing-masing tim yang bertanding hanya memiliki kesempatan melakukan  maksimal tiga kali pergantian pemain. Jatah pergantian pemain tersebut biasanya dimaksimalkan  dalam rangka mengubah  taktik  dari masing-masing pelatih.

“Dalam setiap pertandingan, pergantian pemain adalah scenario yang sudah dipersiapkan. Tentunya berdasar analisis selama pertandingan sejak menit pertama. Keputusan memang harus diambil cepat untuk pergantian. Dan para pemain baik itu dimainkan 90 menit atau hanya masuk dalam waktu 1 mnenit saja,  tanggungjawabnya sama merebut kemenangan,” ungkap Rasiman, pelatih kepala Madura United menjelaskan tentang pola dan gaya pergantian pemain dalam setiap pertandingan.

Terhadap kontribusi Slamet Nurcahyo yang  seperti  memiliki tuah dalam dua pertandingan saat dimasukkan sebagai pemain pengganti, diakui Rasiman sudah sesuai dengan rencana yang dipersiapkan timnya sebelum pertandingan.

“Pergantian akan menjadi berbeda  jika  dilakukan karena terdapat pemain cedera, itu bisa masuk dalam  kerugian. Dari setiap pergantian harus bisa mengambil keuntungan. Termasuk saat memasukkan Slamet, Alfath dan pemain pengganti lainnya dalam setiap pertandingan,”  imbuh Rasiman

Bagi Slamet, masuknya dirinya dan bisa  menjadi pembeda dalam dua pertandingan terkahir bukan karena dirinya semata. Namun, jelas Slamet karena semua pemain yang terlibat dalam setiap pertandingan bekerja keras dan saling support.

“Setiap bertanding tujuan  kami adalah memenangi pertandingan. Bukan karena saya masuk kemudian pasti mencetak gol atau tim menang. Karena gol lahir dari kerjakeras dan kerjasama semua pemain  yang berada di lapangan,” pungkas Slamet Nurcahyo. (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *