oleh

Slamet Ariyadi:Madura Butuh Washing Plant Garam

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Slamet Ariyadi menilai, Indonesia membutuhkan teknologi baru guna meningkatkan kualitas garam, yakni washing plant atau pencuci garam. Wacana itu disadarinya, setelah melakukan serap aspirasi di Pulau Madura beberapa waktu lalu.

Wakil rakyat berusia 29 tahun ini meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk segera melakukan pengadaan terkait teknologi tersebut.Pengadaan washing plant itu diharapkan bisa didapatkan tahun ini, atau dengan batas maksimal tahun 2021. Dia ingin agar dialokasikan satu unit untuk Madura.

Teknologi itu, diharapkan untuk mengangkat daya serap garam lokal. Terlebih, kata Slamet, sekitar 1,9 juta ton garam yang belum terserap secara nasional. Sehingga akan menimbulkan over stock pada tahun 2021 nanti.

“Setidaknya untuk menyiasati over stok, kami (Komisi IV DPR RI) minta dihadirkan teknologi itu, washing plant, supaya bisa menjadi peningkat kualitas,” tuturnya kepada Kabar Madura, Rabu (24/6/2020).

Terlebih, dari jutaan ton garam yang belum terserap di Indonesia, sekitar setengahnya berada di Madura.

Berdasarkan data Bidang Pengelolaan dan Budidaya Ikan (Diskan) Pamekasan dan Sampang, serta data Asosiasi Petani Garam (APG) untuk yang Sumenep, akumulasi yang belum terserap lebih dari 390 ribu ton lebih. Sedangkan Slamet mengklaim memiliki data bahwa stok garam milik PT. Garam di Madura sekitar 400 ribu ton.

Slamet pun juga menekan agar impor garam untuk tahun 2021 bisa diminimalisir.Bahkan ketika memungkinkan, dia mendorong agar tidak terdapat aktivitas impor garam untuk tahun depan. Sebab, dia ingin garam bisa terserap, terutama garam rakyat.

Dia juga mendesak PT, Garam sebagai badan usaha milik negara (BUMN) agar ikut memperhatikan kesejahteraan petambak garam di tengah wabah Covid-19 ini.

“Meminta ke PT. Garam agar garam rakyat juga diperhatikan, apalagi masa Covid-19 ini, butuh sentuhan, bantuan, yang mana ada peningkatan kesejahteraan dialami oleh petambak garam rakyat sendiri. Apalagi harganya murah,” pungkasnya. (idy/waw)

 

Komentar

News Feed